Proyek Hilirisasi Emas dan Tembaga Dibangun di Gresik

Proyek Hilirisasi Emas dan Tembaga Dibangun di Gresik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 30 Apr 2026 16:21 WIB
Proyek Hilirisasi Emas dan Tembaga Dibangun di Gresik
Proyek Hilirisasi Emas dan Tembaga Dibangun di Gresik/Foto: Dok. JIIPE
Jakarta -

Sebanyak 13 proyek hilirisasi strategis nasional diresmikan pembangunan awalnya atau groundbreaking oleh Presiden Prabowo Subianto kemarin. Salah satu proyek yang melakukan groundbreaking adalah hilirisasi tembaga dan emas yang dikembangkan oleh MIND ID di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, tepatnya di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Jawa Timur.

Hilirisasi tembaga dan emas di Gresik mencerminkan pembentukan rantai industri yang semakin terhubung dari hulu hingga hilir. MIND ID akan mengembangkan fasilitas Brass Mill, Brass Cup, serta manufaktur logam mulia berbasis anode slime.

Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID Tedy Badrujaman menyampaikan pengembangan hilirisasi merupakan bagian dari rangkaian proyek strategis nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah momentum untuk menegaskan arah besar pembangunan nasional bahwa Indonesia memilih untuk berdiri sebagai bangsa industri yang berdaulat," ujar Tedy dalam keterangan tertulis JIIPE, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

Dia menekankan bahwa hilirisasi tidak hanya berfokus pada ekspor sumber daya, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah di dalam negeri melalui pengolahan yang terintegrasi. Proses hilirisasi yang dilakukan di JIIPE mencakup pengolahan tembaga yang menghasilkan produk utama serta produk turunan berupa lumpur anoda yang mengandung logam mulia seperti emas dan perak.

Lumpur anoda tersebut kemudian menjadi bahan baku dalam proses pemurnian logam mulia di dalam negeri, sehingga menghasilkan emas murni melalui fasilitas pemurnian domestik. Selain logam mulia, pengembangan hilirisasi juga mencakup produk turunan tembaga seperti batang, kawat, dan berbagai komponen berbasis tembaga yang mendukung sektor manufaktur.

Keberhasilan hilirisasi ini tidak hanya ditentukan oleh fasilitas produksi, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur yang mendukung kelancaran operasional industri. Jalan Raya Daendels-Manyar yang terhubung langsung dengan pintu utama KEK Gresik serta memiliki akses yang lancar menuju kawasan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri menjadi bagian penting dalam mendukung operasional hilirisasi

Di sisi lain, pengembangan infrastruktur logistik di dalam kawasan juga dilakukan untuk memastikan arus barang dari area produksi ke pelabuhan berjalan tanpa hambatan. Salah satunya melalui pembangunan jalur dengan lebar right of way (ROW) hingga 80 meter yang menghubungkan langsung fasilitas industri dengan pelabuhan laut dalam Jiipe dalam jarak sekitar 5 kilometer, sehingga proses distribusi dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Integrasi antara akses jalan nasional dan jalur logistik internal tersebut menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien, membantu menekan biaya logistik, serta mendukung operasional industri hilir secara berkelanjutan. Pengembangan infrastruktur kawasan tersebut dilakukan oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Gresik, sebagai bagian dari upaya mendukung integrasi industri dan logistik dalam satu ekosistem.

Presiden Direktur PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Bambang Soetiono, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan dilakukan selaras dengan arah kebijakan nasional dalam mendorong hilirisasi dan efisiensi.

"Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dan selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi serta peningkatan efisiensi logistik dan konektivitas," ujar Bambang Soetiono.

Dengan terbentuknya rantai industri yang semakin terintegrasi serta didukung oleh infrastruktur yang memadai, hilirisasi tembaga dan emas di Gresik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan industri nasional.

Tonton juga video "Tambang Emas Ilegal di Mamuju Diduga Dimodali Masyarakat-Pejabat"

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads