Sesama Negara BRICS, China Gandeng RI Bidik Industri Berbasis AI-Energi

Sesama Negara BRICS, China Gandeng RI Bidik Industri Berbasis AI-Energi

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 09 Mei 2026 20:49 WIB
Kompetisi industri BRICS
BRICS Industrial Innovation Contest tahun ini resmi dibuka pada 7 Mei 2026.Foto: Dok. BRICS/BKPM
Jakarta -

BRICS Industrial Innovation Contest tahun ini resmi dibuka pada 7 Mei 2026. Kompetisi ini menandakan kerja sama inovasi antara China dan Indonesia di bawah kerangka Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru memasuki tahap implementasi praktis.

Kompetisi tahun ini bertema 'Inovasi dan Pengembangan BRICS : mempercepat Revolusi Industri Baru', berfokus pada empat bidang utama pengembangan di Indonesia, yaitu artificial intelligence (A), industri hijau, low altitude technology, dan elektronika energi. Kompetisi ini menarik hampir 100 proyek dari Indonesia.

Setelah penyaringan awal, 52 tim unggulan maju ketahapan presentasi langsung. Proyek-proyek pemenang akan langsung lolos ke final global di Xiamen.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China, dan dilaksanakan oleh China-DATANG Corporation Overseas Investment Co., Ltd.

Kompetisi ini juga mendapat dukungan penuh dari kementerian kementerian Indonesia seperti Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Perindustrian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia, General Technology BRICS (Xiamen) Investment Development Co., Ltd.

Dilansir dari keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026), Jia Bingjun, Direktur Departemen Bisnis Internasional China Datang Corporation Limited, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara fokus pengembangan luar negeri bagi China Datang Corporation.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di masa depan, pihaknya akan terus meningkatkan skala investasi di Indonesia, menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta mencetak lebih banyak tenaga profesional di bidang energi.

Melalui kompetisi ini, China Datang berharap dapat menggunakan ajang ini sebagai jembatan, menghubungkan sumber daya inovasi China dan Indonesia, membantu proyek inovasi Indonesia untuk mengakses modal, teknologi, dan pasar internasional, bersama-sama mendorong pengembangan inovasi industri kedua negara, dan mendukung pembangunan Kemitraan BRICS untuk Revolusi Industri Baru.

Cahyo Purnomo, Direktur Promosi Wilayah Kementerian Investasi dan Hilirisasi Industri (BKPM), menyataka Indonesia sedang dalam tahap kunci untuk mempercepat revolusi industri baru, sangat membutuhkan teknologi dan konsep inovasi yang maju.

Empat track kompetisi ini adalah bidang inti yang menjadi prioritas pengembangan Indonesia saat ini. Ia berharap melalui kompetisi ini, dapat menggali lebih banyak proyek inovasi lokal yang unggul, sekaligus menarik lebih banyak teknologi dan investasi dari Tiongkok, bersama-sama mendorong peningkatan industri Indonesia, dan mendukung realisasi visi nasional "Indonesia Emas 2045".

ADVERTISEMENT

Kompetisi ini mengundang 10 ahli terkemuka dari Indonesia dan global sebagai juri, mencakup berbagai bidang seperti investasi lintas negara, kecerdasan buatan, transisi energi, ekonomi rendah udara, dan inkubasi inovasi.

Mereka akan melakukan penilaian profesional terhadap proyek peserta dari 7 dimensi, termasuk inovasi teknologi, kemampuan implementasi industri, dan hijau rendah karbon, dan akhirnya memilih 2 proyek unggul dari setiap track untuk direkomendasikan ke Final Global di Xiamen.

Kompetisi Inovasi Industri BRICS adalah kegiatan penting untuk menerapkan kemitraan, memainkan peran aktif dalam mempromosikan kerja sama praktis negara-negara BRICS.

Pembukaan sukses kompetisi ini menandakan bahwa Indonesia, sebagai anggota pertama BRICS dari Asia Tenggara, sedang berpartisipasi mendalam dalam tata kelola industri global dengan inovasi sebagai titik tumpu.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads