PT Ursa Aero Indonesia (Ursa Aeronautical Technology) menyatakan kesiapan Indonesia memasuki era baru logistik udara tanpa awak. Hal ini setelah rampungnya proses Validasi Type Certificate (Sertifikat Tipe) untuk untuk armada Unmanned Aircraft System (UAS) Hongyan HY-100.
Country Director Ursa Aeronautical Technology, Tendi Febrian menilai kehadiran armada LUAS merupakan terobosan besar bagi industri kedirgantaraan. Sebagai pionir dalam pengembangan industri low-altitude economy global, HY-100 tercatat sebagai pesawat udara tanpa awak kargo kelas berat pertama di dunia yang telah beroperasi dengan sertifikasi resmi.
"Rampungnya proses validasi oleh DKPPU (Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara) ini menjadi tonggak sejarah penting. Ini membuktikan bahwa Indonesia sangat siap dan adaptif dalam menyambut era baru pemanfaatan teknologi pesawat udara nirawak komersial yang aman, berstandar tinggi, dan teregulasi dengan baik," tutup Tendi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun pesawat canggih ini memiliki bobot lepas landas maksimum sebesar 5,25 ton, dengan kapasitas angkut muatan mencapai 1,9 ton. Selain itu, daya jelajahnya mampu menempuh jarak terbang hingga 1.800 kilometer dengan durasi operasi mengudara lebih dari 10 jam.
Menurut Tendi, teknologi ini bukan sekadar pesawat tanpa awak biasa, melainkan sebuah solusi infrastruktur udara revolusioner untuk mempercepat distribusi barang, terutama dalam menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia secara lebih efisien.
Kemampuannya untuk lepas landas di landasan yang pendek membuatnya sangat ideal untuk melayani rute perintis dan operasional di wilayah terpencil. Selain logistik, drone canggih ini juga dirancang multifungsi untuk mendukung penyemprotan agrikultur berskala besar hingga operasi darurat manajemen bencana.
Terkait hal ini, Ursa Aero Indonesia juga memberikan penghargaan kepada Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan.
Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kinerja profesional DKPPU dalam merampungkan proses Validasi Type Certificate (Sertifikat Tipe) untuk armada Unmanned Aircraft System (UAS) Hongyan HY-100.
Sertifikat apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Tendi kepada Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Sokhib Al Rokhman pada Rabu (24/6/2026).
Tendi menyebutkan kelancaran dan kesuksesan tahapan validasi ini tidak lepas dari standar kerja luar biasa dari jajaran DKPPU dalam mengawal ketat regulasi keselamatan penerbangan nasional.
"Kami sangat mengapresiasi jajaran DKPPU yang telah bekerja dengan sangat tanggap dan profesional. Proses validasi Type Certificate untuk drone LUAS (Large Unmanned Aircraft System) seperti Hongyan HY-100 membutuhkan evaluasi teknis yang ketat dan kompleks. Validasi ini merupakan langkah legal dan teknis yang esensial sebelum HY-100 dapat beroperasi penuh untuk kebutuhan komersial di wilayah udara Nusantara," pungkasnya.










































