Industri Sawit Hadapi Tantangan, GAPKI Dorong Penguatan Kolaborasi

Industri Sawit Hadapi Tantangan, GAPKI Dorong Penguatan Kolaborasi

Angga Laraspati - detikFinance
Selasa, 30 Jun 2026 08:49 WIB
Pekerja mengangkut tandan buah kelapa sawit di kawasan PT Perkebunan Nusantara II, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (17/2/2024). Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian menargetkan peremajaan kelapa sawit tahun 2024 seluas 540 hektare
Foto: Antara Foto/Yudi
Jakarta -

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai inovasi dan transformasi teknologi menjadi kebutuhan strategis bagi industri sawit nasional. Apalagi saat ini, Industri kelapa sawit Indonesia tengah menghadapi tantangan berat.

Tantangan mulai dari keterbatasan tenaga kerja, tekanan efisiensi, tuntutan sustainability dan traceability, perubahan iklim, hingga kebutuhan regenerasi sumber daya manusia (SDM) industri.

"Kalau kita bicara teknologi, research innovation ada idiom yang mengatakan innovate or die, inovasi atau mati. Persaingan di industri minyak ini luar biasa," ujar Ketua Bidang Riset & Pengembangan GAPKI, Dwi Asmono dalam keterangan tertulis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, prioritas utama GAPKI di sektor hulu saat ini adalah peningkatan produktivitas. GAPKI mendorong pembentukan berbagai konsorsium lintas perusahaan sebagai wadah kolaborasi industri, mulai dari konsorsium sumber daya genetik, konsorsium Ganoderma, hingga konsorsium mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi.

Ia mengatakan, anggota GAPKI tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi membangun ekosistem pembelajaran bersama untuk mempercepat adopsi teknologi di perkebunan sawit Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Industri membutuhkan shared learning, benchmarking, pilot project bersama, dan keberanian mencoba teknologi baru. GAPKI hadir sebagai platform kolaborasi industri," kata Dwi.

Ia menjelaskan, industri sawit saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari keterbatasan tenaga kerja, tekanan efisiensi, tuntutan sustainability dan traceability, perubahan iklim, hingga kebutuhan regenerasi sumber daya manusia (SDM) industri.

Untuk itu, ia menilai transformasi menuju mekanisasi, digitalisasi, dan otomasi menjadi langkah yang tidak bisa ditunda.

GAPKI terus memperkuat kolaborasi antaranggota melalui kegiatan benchmarking dan sharing teknologi yang dilaksanakan secara bergilir di kebun-kebun anggota.

Seperti kegiatan Konsorsium Mekanisasi, Digitalisasi & Otomasi (MDO) yang diselenggarakan di kebun PT Binasawit Abadipratama, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads