Pengelola KEK Batang Tawarkan 6 Sektor Ini ke Investor Global

Pengelola KEK Batang Tawarkan 6 Sektor Ini ke Investor Global

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 10 Jul 2026 18:53 WIB
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan sebuah pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (15/4/2026). Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan opti
Foto: ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra
Jakarta -

PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, memperluas peluang investasi global lewat ajang International Industrial Trade Fair INNOPROM 2026 di Rusia.

Kepala Departemen Marketing Strategy KEK Industropolis Batang, Rachmat Priyatna, mengatakan, partisipasi pada INNOPROM 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan KEK Industropolis Batang sebagai destinasi investasi industri yang siap mendukung kebutuhan manufaktur global.

"Partisipasi kami di INNOPROM 2026 bukan sekadar hadir di pameran, melainkan langkah strategis untuk memperkenalkan Industropolis Batang sebagai kawasan industri terpadu masa depan yang mengusung prinsip smart, green, dan integrated kepada pelaku industri global," ujar Rachmat dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KITB membidik pelaku industri internasional di sektor kendaraan listrik, otomotif, energi hijau, elektronik, advanced manufacturing, hingga digital dan komunikasi. INNOPROM 2026 sendiri berlangsung pada 6-9 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

KEK Industropolis Batang hadir sebagai bagian dari Paviliun Indonesia di Hall 4 Booth 4B1 bersama Kawasan Industri Wiraraja, Kawasan Industri Bintan, dan Kawasan Industri Kendal di bawah koordinasi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Himpunan Kawasan Industri (HKI).

Keikutsertaan ini juga merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman hasil pertemuan bilateral Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada April 2025, serta nota kesepahaman antara Kementerian Perindustrian dan pihak Rusia di Moskow pada Desember 2025.

Selama penyelenggaraan pameran, tim Marketing & Sales KEK Industropolis Batang melaksanakan serangkaian business matching dengan calon mitra dan investor global yang relevan dengan enam sektor prioritas kawasan.

Rinciannya yakni EV & EV Supply Chain, otomotif, energi terbarukan dan industri hijau, elektronik, advanced manufacturing, serta digital dan komunikasi.Fokus penjajakan diarahkan pada peluang kolaborasi yang mampu memperkuat rantai pasok industri, mendorong transfer teknologi, serta membuka potensi investasi baru pada enam sektor tersebut.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, memperkuat industri otomotif nasional, mendorong investasi pada sektor energi terbarukan dan industri hijau.

Lalu, mengembangkan rantai pasok elektronik bernilai tambah, memperluas kolaborasi di bidang advanced manufacturing, serta mempercepat transformasi KEK Industropolis Batang menuju smart industrial estate.

Rachmat mengatakan, ke depan KEK Industropolis Batang akan menindaklanjuti hasil business matching melalui komunikasi lanjutan dengan para calon mitra prioritas, disertai penyusunan proposal kerja sama yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sektor.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads