Perkuat Kemitraan Sawit Rakyat, Agrinas Palma Gandeng Petani-Koperasi

Perkuat Kemitraan Sawit Rakyat, Agrinas Palma Gandeng Petani-Koperasi

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 13 Jul 2026 17:25 WIB
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani (tengah)/Foto: Dok. Agrinas Palma
Jakarta -

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) atau APN memperkuat program Kemitraan Sawit Rakyat melalui kerja sama dengan petani, koperasi, dan masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas perkebunan dan mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Direktur Utama APN, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan Kemitraan Sawit Rakyat didorong untuk menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan dan masyarakat di wilayah operasional. Ia menilai, program ini menjadi strategi dalam membangun kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan perusahaan dan rakyat.

"Melalui koperasi sebagai wadah kelembagaan, kami ingin menghadirkan model kemitraan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas perkebunan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan menciptakan nilai tambah yang dapat dirasakan secara bersama," ujar Abdul Ghani dalam keterangan tertulis, Senin (13/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdul Ghani menjelaskan, program ini juga strategi APN untuk mewujudkan pengelolaan perkebunan yang produktif, ramah lingkungan, dan ramah sosial. Program tersebut dijalankan melalui penguatan kapasitas petani, pendampingan teknis, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penguatan kelembagaan petani dan koperasi, dan perluasan akses terhadap rantai pasok dan pasar.

ADVERTISEMENT

APN juga menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mengembangkan ekosistem agribisnis perkebunan berbasis koperasi guna mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Kerja sama ini menjadi dasar pengembangan kemitraan yang menempatkan koperasi sebagai penggerak utama pemberdayaan petani dan masyarakat dalam pengelolaan perkebunan.

Melalui sinergi tersebut, kedua pihak akan memperkuat kelembagaan koperasi, meningkatkan kapasitas petani, mengembangkan usaha agribisnis perkebunan, memperluas akses pembiayaan, memperkuat rantai pasok, serta mendorong hilirisasi komoditas perkebunan.

"Berbagai program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, menciptakan nilai tambah bagi petani, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat. Pada saat yang sama, kolaborasi tersebut juga mendukung target swasembada pangan, swasembada energi, dan pertumbuhan ekonomi nasional," tutupnya.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads