Pengusaha Ngeluh ke Menperin Aturan Pemda Bikin Industri Mandek

Pengusaha Ngeluh ke Menperin Aturan Pemda Bikin Industri Mandek

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2026 13:01 WIB
Kawasan Industri Terpadu Batang
Ilustrasi kawasan industri. Foto: Dok. Kawasan Industri Terpadu Batang
Jakarta -

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mengeluhkan masih banyaknya hambatan dalam realisasi investasi di kawasan industri kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Keluhan secara langsung disampaikan dalam acara Business Forum dan Rakernas XXV HKI.

Salah satu yang dikeluhkan ialah adanya aturan dan proses birokrasi di pemerintah daerah yang membuat investasi di kawasan industri, termasuk yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), belum bisa dieksekusi.

Oleh karena itu, Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana meminta adanya penekanan dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah untuk bisa memproses segala urusan dalam berinvestasi agar lebih cepat dieksekusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jujur aja Pak Menteri, kami butuh semacam penekanan-penekanan juga ke pemerintah daerah. Karena antara pemerintah daerah masih belum banyak sinkron, Pak Menteri. Dan harapan kami dari Kemenperin supaya ada semacam surat supaya betul-betul yang kami sudah lakukan PSN, baik itu KEK, Pak Menteri, supaya ada rekomendasi-rekomendasi dari pemerintah daerah secepatnya bisa dikeluarkan," ujar Akhmad dalam acara yang dihelat di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

ADVERTISEMENT

Akhmad bilang, saat ini persaingan investasi di kawasan ASEAN semakin ketat. Negara seperti Thailand dan Vietnam juga bergerak lebih cepat dalam memberikan kepastian investasi, termasuk memperpanjang fasilitas insentif pajak tax holiday.

"Persaingan antar negara-negara ASEAN, tax holiday itu semakin negara-negara ASEAN memperpanjang tax holiday-nya. Thailand, Vietnam lebih memperpanjang, lebih kejelasannya lebih cepat. Gerakan mereka lebih cepat, Pak Menteri," katanya.

Atas kondisi itu, Akhmad mengatakan bahwa pelaku kawasan industri kini kebingungan menghadapi berbagai hambatan investasi di dalam negeri.

Bahkan, dia telah mendatangi sejumlah kementerian hingga menemui Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengadukan mandeknya realisasi investasi di kawasan PSN dan KEK.

"Kami bingung ini harus melakukan apa. Kami silaturahmi semua kementerian, walaupun kadang-kadang memuaskan, kadang-kadang tidak memuaskan, tetapi kami terus bergerak. Semalam kami jumpa Pak Luhut, Pak Menteri, kami mengadu juga ke beliau apa hambatan daripada PSN dan KEK yang kok tidak bisa transaksi di lapangan yang sudah teman-teman ajukan," ujar Akhmad.

"Jadi ini, Pak Menteri, curhatan kami. Harapan kami, Pak Menteri, kami betul-betul dibantu dan dikawal," sambungnya menutup.

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads