Kemenperin Pede Motor Listrik Tetap Laku Meski Subsidi Cuma Rp 3 Juta

Kemenperin Pede Motor Listrik Tetap Laku Meski Subsidi Cuma Rp 3 Juta

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 31 Agu 2026 12:54 WIB
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai program subsidi motor listrik akan tetap menarik bagi masyarakat. Berdasarkan keterangan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, nominal subsidi motor listrik direncanakan sebesar Rp 3 juta.

Jumlah ini turun jauh dibanding nominal awal pemberian subsidi pada 2023 yang ditetapkan sebesar Rp 7 juta. Namun, Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief optimistis program ini akan tetap diminati masyarakat.

"Kalau dari pengalaman dulu kan tingkat pemanfaatan insentif motor listrik itu meningkat ketika persyaratannya itu dilonggarkan. Jadi, dulu kan syaratnya harus dari keluarga sejahtera, UMKM, dan terakhir kan dilonggarkan bahwa yang penting punya KTP orang Indonesia. Saya yakin sekarang juga ketika ada insentif itu pasti akan banyak pembelinya," kata Febri di Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, potensi kenaikan harga BBM juga dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan konvensional ke motor listrik. Dengan tarif listrik saat ini, kendaraan listrik dinilai tetap memiliki peluang untuk menarik minat konsumen.

ADVERTISEMENT

"Sekarang kan pasar kan lihat ada kenaikan BBM, potensi kenaikan BBM tinggi Maka akan ada peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik itu ketika tarif listrik yang masih seperti saat ini itu tentu akan banyak," tuturnya.

Febri menambahkan, Kemenperin akan mengikuti Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang akan menetapkan besaran subsidi. Ia juga menyebut pihaknya akan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di industri sepeda motor.

"Tapi tetap kalau Kementerian Perindustrian akan mengikuti itu dan akan menjaga keseimbangan supply demand di industri motor, tidak hanya motor listrik semuanya dan tetap akan menjaga keseimbangan itu, dan terutama pada investasi yang ada selama ini pada subsektor industri sepeda motor," tutup Febri.

(ily/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads