Pemerintah tengah berupaya mendorong produksi garam nasional. Lahan sekitar 2.000 hektare di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan disulap jadi Kawasan Sentra Industri Garam Nasional atau KSIGN.
Dari 2.000 hektare, sejauh ini sudah 616 hektare yang kelar digarap dan memasuki tahap produksi. Panen ditargetkan pada November 2026.
Tahap kedua ada 751 hektare yang selanjutnya akan digarap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menyelesaikan pengembangan tahap satu seluas 616 hektare di Kabupaten Rote Ndao dan saat ini tengah melaksanakan pembangunan tahap kedua seluas 751 hektare," ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M Qodari, dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Pemerintah menargetkan peningkatan produksi garam nasional secara bertahap naik dengan adanya proyek KSIGN di NTT dari biasanya sekitar 1 juta ton menjadi 2,5 juta ton pada 2026.
"Lalu naik 3,5 juta ton pada 2027, dan pada 2029 mencapai 5 juta ton," ujar Qodari.
Dia menjelaskan nilai investasi pengembangan KSIGN seluas 2.000 hektar di Rote Ndao diperkirakan mencapai Rp 2 triliun. Pemerintah juga akan membuka kesempatan bagi swasta untuk mengembangkan ladang garam di lokasi yang sama pada areal seluas 8 ribu hektare.
Lihat juga Video: El Nino Mendatangkan Rezeki Bagi Petani Garam di Cirebon










































