RI Gandeng China Dorong Pengembangan Industri-Rantai Pasok

RI Gandeng China Dorong Pengembangan Industri-Rantai Pasok

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2026 08:15 WIB
Kawasan Industri Terpadu Batang
Foto: Dok. Kawasan Industri Terpadu Batang
Jakarta -

Kerja sama Indonesia dengan China terkait pengembangan industri dan rantai pasok terus diperkuat. Melalui inisiatif Two Countries Twin Parks (TCTP), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang turut memperkuat konektivitas dengan ekosistem industri di China sekaligus membuka peluang kerja sama investasi, industri, dan business matching antara kedua negara.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Ali Murtopo Simbolon mengatakan, arah baru hubungan Indonesia-China menuju kerja sama ekonomi yang lebih konkret. Fokus utamanya berpusat pada perluasan investasi, perdagangan, pengembangan kawasan industri, serta penguatan rantai pasok.

Sementara, Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Angga Brahmana Sukma, menuturkan, KEK Industropolis Batang membuka pintu bagi kolaborasi strategis dengan pelaku industri dari China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui Two Countries Twin Parks, KEK Industropolis Batang hadir sebagai jembatan yang menghubungkan investasi, industri, dan rantai pasok Indonesia China. Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar lokasi produksi, tetapi sebuah ekosistem industri terintegrasi yang memungkinkan perusahaan untuk tumbuh, terhubung dengan mitra strategis, dan menjangkau pasar Indonesia maupun Asia Tenggara," terangnya dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).

Terletak di Jawa Tengah, KEK Industropolis Batang merupakan kota industri terpadu seluas 4.300 hektare yang dikembangkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). KEK Industropolis Batang memberikan akses logistik langsung ke Tol Trans-Jawa, jaringan jalan nasional (pantura), jalur kereta api, pelabuhan, dan bandara.

ADVERTISEMENT

Pengembangan dry port terintegrasi semakin memperkuat konektivitas logistik kawasan, memberikan kemudahan bagi investor untuk mengakses rantai pasok domestik maupun pasar ekspor.

Ekosistem industri tersebut terus diarahkan untuk mendukung sektor-sektor yang berorientasi pada masa depan, seperti kendaraan listrik dan rantai pasoknya, otomotif, energi terbarukan, elektronik, manufaktur mutakhir, serta industri digital dan komunikasi.

Pengembangan kawasan juga dilengkapi dengan fasilitas komersial, hunian, perhotelan, MICE, pendidikan, layanan kesehatan, dan fasilitas gaya hidup.

Inisiatif TCTP menjadi motor penggerak kolaborasi antara kawasan industri Indonesia dan China, mencakup promosi investasi, kerja sama industri, perluasan rantai pasok, dan business matching. Bagi KEK Industropolis Batang, momentum ini mengukuhkan posisi kawasan sebagai gerbang strategis bagi perusahaan China yang berekspansi ke Indonesia, sekaligus merajut ekosistem terpadu yang menghubungkan produsen, pemasok, dan investor dari kedua negara.

Oleh karena itu, China International Fair for Investment & Trade (CIFIT) ke-26 yang dilaksanakan pada tanggal 8-11 September 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi KEK Industropolis Batang kepada investor global dan menjajaki kemitraan baru.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads