Pesawat Militer Thailand hingga Korea Servisnya di Bandung

Pesawat Militer Thailand hingga Korea Servisnya di Bandung

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 20 Sep 2026 08:15 WIB
PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), anak usaha PT Dirgantara Indonesia (PTDI), mengembangkan bisnis perawatan mesin pesawat hingga menjangkau pasar Asia Pasifik.
Pesawat Militer Thailand hingga Korea Servisnya di Bandung/Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta -

PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), anak usaha PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI, mengembangkan bisnis perawatan mesin pesawat hingga menjangkau pasar Asia Pasifik.

VP Business Development & Marketing NTP Nicki Subianto mengatakan kapabilitas NTP bahkan digunakan untuk mendukung kebutuhan mesin pesawat militer Malaysia hingga Korea.

NTP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang maintenance, repair, and overhaul (MRO) mesin pesawat di Bandung. Selain mesin pesawat, perusahaan juga bergerak di bidang perawatan mesin gas turbin, steam turbin industrial, hingga rotating equipment.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pameran TNI Fair 2026, NTP menampilkan sejumlah mesin dan mock-up engine yang dapat ditangani perusahaan, salah satunya mesin yang digunakan pada pesawat CN235 dan NC212 buatan PTDI.

"Jadi, kami perlihatkan apa saja engine-engine yang kami mampu lakukan. Ini mulai dari brosurnya, engine apa saja yang bisa kami lakukan. Nama engine-nya Honeywell TPE331. Yang ini dipasang di pesawat buatannya PTDI. Ini produk unggulan PTDI, ini nama pesawatnya CN235, ini nama pesawatnya CASA 212," kata dia saat ditemui detikcom di TNI Fair di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026).

ADVERTISEMENT

Keunggulan mesin milik NTP disebut telah mendapatkan sertifikasi Authorized Maintenance Center (AMC) dari original equipment manufacturer (OEM) untuk sejumlah jenis mesin. Menurut NTP, untuk tipe engine tertentu yang ditampilkan, perusahaan menjadi satu-satunya AMC di Indonesia.

"Kita Authorized Maintenance Center. Kita diautorisasi oleh OEM langsung, dan di Indonesia kita satu-satunya," katanya.

Selain sertifikasi dari OEM, NTP juga mengantongi sertifikasi internasional, termasuk dari Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat (AS). Sertifikasi tersebut memungkinkan NTP melayani kebutuhan operator dari sejumlah negara.

"Kita juga tersertifikasi di Thailand, Nepal, Kanada. Sampai ke beberapa negara lain. Yang kalau mereka butuh, kita bisa compliance," ujarnya.

Militer Malaysia hingga Korea

Pasar NTP saat ini tidak hanya dari dalam negeri. NTP telah melayani sejumlah pelanggan di kawasan Asia Pasifik, meskipun mayoritas bisnisnya masih berasal dari sektor militer.

NTP memiliki kontrak jangka panjang dengan Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM). Selain Malaysia, perusahaan juga memiliki pelanggan dari Thailand dan Korea.

Untuk Thailand, pelanggan NTP antara lain Royal Thai Air Force dan Royal Thai Navy. Sementara di Korea, NTP melayani Korean Coast Guard dan Korean Air Force.

"Kalau Korea, ada Korean Coast Guard, ada Korean Air Force. Itu juga engine-nya ini, ke kami," ujarnya.

Kembangkan Mesin Drone

Tak berhenti di bisnis MRO, NTP juga mulai mengembangkan mesin untuk drone atau pesawat tanpa awak. Menurut NTP, pengembangan tersebut dilakukan melihat pertumbuhan penggunaan drone dan UAV (Unmanned Aerial Vehicle/pesawat udara tanpa awak) di industri penerbangan.

"Ke depannya kami akan mulai dengan manufacturing engine drone. Kita coba, karena kan drone sedang booming. Dunia penerbangan sedang booming dengan drone, UAV, pesawat tanpa awak," terangnya.

NTP juga tengah mengembangkan engine Rolls-Royce Allison 556 untuk pesawat Hercules. Pengembangan tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

(ada/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads