BUMN Tekstil Baru Diharapkan Perkuat Industri & Serap Korban PHK

BUMN Tekstil Baru Diharapkan Perkuat Industri & Serap Korban PHK

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2026 15:30 WIB
Petugas memeragakan cara penggunaan mesin tekstil dalam pameran Indo IntertexInatex 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di tengah kondisi global yang masih dinamis, ditandai ketegangan geopolitik, disrupsi pe
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Jakarta -

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tekstil baru akan dibentuk untuk bermitra dengan perusahaan lain. Kehadiran BUMN tekstil diharapkan menjadi momentum kebangkitan industri tekstil sekaligus menyerap korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Hadityo Ganinduto menyambut positif rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) membentuk BUMN baru di sektor tekstil.

"Rencana pembentukan BUMN tekstil ini tentu menjadi langkah yang baik. Kita melihat dalam beberapa waktu terakhir banyak pekerja yang terdampak PHK akibat perusahaan tekstil mengalami tekanan. Karena itu, saya berharap BUMN tekstil baru ini dapat membuka kembali kesempatan kerja bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaannya," kata Firnando dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Firnando menilai BUMN tekstil baru tidak boleh hanya berorientasi pada pembentukan perusahaan, tetapi harus mampu menjadi penggerak pemulihan ekosistem pertekstilan nasional. Terlebih, Danantara membuka peluang untuk menggandeng perusahaan tekstil eksisting dan mengembangkan industri yang terintegrasi dalam satu kawasan.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diarahkan untuk memperkuat rantai pasok tekstil dari hulu hingga hilir, meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui teknologi, serta mengoptimalkan aset dan sumber daya industri yang masih memiliki potensi untuk dikembangkan.

"BUMN ini harus bisa menjadi bagian dari upaya menyelamatkan dunia pertekstilan Indonesia. Kita ingin industri tekstil nasional kembali kuat dan berjaya. Karena itu, jangan hanya membangun perusahaan baru, tetapi juga perkuat perusahaan yang sudah ada, tingkatkan teknologinya, ciptakan lapangan kerja, dan bangun ekosistem industri yang mampu bersaing," ujarnya.

Ia mendorong agar BUMN tekstil baru memberikan perhatian besar pada sektor hulu, terutama produksi bahan baku seperti benang. Menurutnya, penguatan sektor hulu menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan industri nasional terhadap bahan baku impor sekaligus memperkuat fondasi industri tekstil dalam negeri.

"Menurut saya, sektor hulu harus menjadi salah satu fokus utama. Kalau BUMN baru bisa memperkuat produksi benang dan bahan baku tekstil lainnya di dalam negeri, ini akan sangat baik karena kita tidak hanya mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga memperkuat industri tekstil dari hulu sampai hilir," tegas Firnando.

Firnando berharap pembentukan BUMN tekstil tersebut dilakukan dengan perencanaan yang matang, memperhatikan aspek teknologi, efisiensi, daya saing, penyerapan tenaga kerja, serta keberlanjutan investasi. Ia menilai keberhasilan BUMN baru nantinya tidak cukup hanya diukur dari berdirinya perusahaan, tetapi juga dari kemampuannya membangun industri tekstil nasional yang kuat, menciptakan lapangan kerja kembali bagi korban PHK, mengurangi ketergantungan impor bahan baku, serta meningkatkan daya saing produk tekstil Indonesia di pasar domestik maupun global.

Lihat juga Video Perjalanan Raksasa Tekstil Sritex: Dinyatakan Pailit hingga Tutup Total

(hal/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads