Airbus mendeteksi masalah kualitas pada struktur badan pesawat andalan mereka, yakni A321neo. Namun, Airbus memastikan pesawat yang ada saat ini tetap aman untuk terbang.
Dikutip dari Reuters, Jumat (25/9/2026), masalah ini diperkirakan berdampak pada sekitar 500 unit pesawat. Rinciannya, sekitar 250 unit sudah beroperasi melayani penerbangan dan 250 unit lainnya masih berada di lini produksi.
Sumber yang mengetahui masalah ini menyebut cacat produksi tersebut tidak berdampak pada varian A321XLR. Sumber tersebut juga menyebut Airbus pertama kali mendeteksi masalah ini pada musim panas lalu. Hasil awal dari analisis yang lebih mendalam baru saja keluar belakangan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan kualitas ini merupakan kedua kalinya yang dialami Airbus. Airbus sempat melaporkan adanya cacat pada panel badan pesawat pada bulan Desember lalu. Insiden tersebut sempat memicu keterlambatan pengiriman hingga berbulan-bulan.
Serupa dengan kasus sebelumnya, Airbus menegaskan insiden ini murni masalah kualitas dan tidak berisiko terhadap keselamatan penerbangan. Airbus menyatakan masalah tersebut telah ditemukan pada lapisan pelindung (coating) komponen kerangka memanjang atau stringer di dalam badan pesawat.
Temuan ini didapat saat komponen tersebut sedang menjalani pengerjaan ulang di pabrik. Meski begitu, Airbus mengklaim sumber masalah sudah diidentifikasi dan solusinya sudah tersedia.
Kendala ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Airbus. Apalagi Airbus sedang menggenjot produksi pesawat lorong tunggal atau narrow-body dari sekitar 60 unit per bulan menjadi 75 unit per bulan.
Meski maskapai masih terus menerima pengiriman dari Airbus, regulator penerbangan Eropa kabarnya bisa saja menerbitkan aturan wajib agar cacat ini lekas diperbaiki dalam batas waktu tertentu.
Saksikan Live DetikPagi:
(rea/ara)










































