Bengkel Pesawat Garuda Gandeng 4 Perusahaan Aviasi Internasional

Bengkel Pesawat Garuda Gandeng 4 Perusahaan Aviasi Internasional

Andi Hidayat - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2026 20:00 WIB
Pekerja dari Garuda Maintenance Facility (GMF) melakukan perawatan ruang kemudi pesawat Garuda Indonesia di Hanggar II GMF, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (26/3/2024). Garuda Indonesia group menyediakan 1,4 juta kursi penumpang pad
Ilustrasi bengkel pesawat Garuda Indonesia. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Jakarta -

Perusahaan bengkel pesawat milik Garuda Indonesia Group, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menggandeng sejumlah perusahaan aviasi dalam rangka memperkuat bisnis dan layanan maintenance, repair, overhaul (MRO) di Asia Pasifik. Kerja sama dilakukan bersama perusahaan aviasi domestik dan global.

Setidaknya terdapat empat kerja sama yang dijalin perseroan dalam ajang MRO Asia-Pacific 2026 di Singapore EXPO. Berbagai kerja sama ini mencerminkan kepercayaan pelanggan terhadap GMFI.

"Berbagai kerja sama dan proyek yang kami kukuhkan di MRO Asia-Pacific menunjukkan kepercayaan pelanggan dan mitra terhadap kapabilitas GMF sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih luas," ujar Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerja sama tersebut di antaranya dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS), FTAI Aviation Ltd. (FTAI), untuk mengembangkan bisnis perawatan engine dan APU di Asia Pasifik. Pada tahap awal, kerja sama mencakup mesin CFM56-5B dan CFM56-7B serta APU seri GTCP131-9, dengan jaminan alokasi kapasitas bagi FTAI selama lima tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

Kemudian perseroan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan domestik, PT VELA Prima Nusantara, untuk pengembangan GMFI sebagai MRO Approved Facility bagi taksi terbang Vela Alpha mencakup kesiapan fasilitas, kompetensi teknis, serta dukungan pengembangan dan sertifikasi. Pesawat Advanced Air Mobility ini menggunakan teknologi electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) dan hybrid Vertical Take-Off and Landing (hVTOL).

GMFI juga bekerja sama dengan perusahaan asal Singapura, AerOne Techniques Pte Ltd, untuk menjajaki peluang pengembangan Parts Manufacturer Approval (PMA) sebagai bagian dari eksplorasi pengembangan dan produksi komponen pesawat yang berpotensi memperluas pilihan parts bagi maskapai sesuai kebutuhan pasar.

Sementara kerja sama yang dijalin dengan perusahaan asal Inggris, PDQ Aerospares, mencakup penguatan perdagangan trading material pesawat. Kerja sama ini membuka peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan material sekaligus memperluas layanan dan jaringan bisnis aftermarket GMFI.

"Kami melihat Asia Pasifik sebagai pasar yang terus berkembang dan ingin memastikan GMF tumbuh bersama kebutuhan tersebut. Dengan pengalaman lebih dari 75 tahun di industri MRO dan rekam jejak melayani pelanggan di kawasan Asia Pasifik, kami memiliki fondasi yang kuat untuk terus mengembangkan kapabilitas dan memperluas kemitraan," jelas Andi.

GMFI juga mengukuhkan sejumlah proyek perawatan pesawat bersama pelanggan di kawasan Asia Pasifik, di antaranya:
1. Thai VietJet untuk proyek perawatan Airbus A320
2. Cebu Pacific untuk proyek perawatan 43 pesawat Airbus A320 dan A330 periode 2027-2028, serta proyek perawatan pesawat ATR
3. AirZeta untuk proyek perawatan Boeing B747-400 pada 2027-2030
4. Air Navigator untuk proyek perawatan pesawat ATR untuk periode 2026-2027
5. Japan Airlines untuk penyediaan layanan Line Maintenance dan Ground Handling di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng.

(ahi/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads