Aturan Sawit Eropa Makin Ketat, RI Siapkan Data yang Bisa Dilacak

Aturan Sawit Eropa Makin Ketat, RI Siapkan Data yang Bisa Dilacak

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2026 15:37 WIB
Pekerja membongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di Mamuju Tengah , Sulawesi Barat, Rabu (11/08/2021). Harga TBS kelapa sawit tingkat petani sejak sebulan terakhir mengalami kenaikan harga dari Rp1.970 per kilogram naik menja
Foto: ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Jakarta -

Pemerintah Indonesia mengembangkan Sistem Informasi Indonesian Sustainable Palm Oil (SI-ISPO) untuk memperkuat ketertelusuran data industri kelapa sawit. Sistem ini disiapkan untuk mendukung pemenuhan persyaratan pasar global, termasuk Regulasi Deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestation Regulation/EUDR).

Pengembangan sistem tersebut dibahas dalam pertemuan delegasi Indonesia dengan sejumlah pihak di Eropa. Setelah mengikuti agenda Forest, Agriculture and Commodity Trade (FACT) dan Amsterdam Declaration Partnership (ADP), delegasi Indonesia melanjutkan pembahasan mengenai ISPO dan SI-ISPO di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin.

Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, mengatakan kelapa sawit memiliki peran penting dalam perdagangan dan rantai pasok global. Karena itu, pemerintah terus mengembangkan sistem sertifikasi ISPO yang mulai diterapkan secara wajib bagi perusahaan kelapa sawit pada 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah juga menyempurnakan tata kelola sertifikasi melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025. Aturan ini memperluas cakupan sertifikasi dari perkebunan ke industri hilir dan usaha bioenergi berbasis kelapa sawit.

Selain itu, pemerintah memperkuat dukungan pembiayaan dan teknis bagi pekebun serta meningkatkan ketertelusuran rantai pasok untuk memastikan produk berasal dari lahan yang dikelola secara legal.

ADVERTISEMENT

Dida menjelaskan, dukungan bagi pekebun mencakup pembiayaan sertifikasi, pendampingan, pelatihan Sistem Kendali Internal (Internal Control System/ICS), serta pengawasan dalam siklus sertifikasi lima tahunan.

"Dukungan ini bertujuan membantu pekebun memenuhi standar keberlanjutan sekaligus mempertahankan keterlibatan mereka dalam rantai pasok," terang Dida Gardera.

Ia mengatakan, minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) juga berperan dalam menghasilkan devisa negara. Untuk mendukung keberlanjutan industri tersebut, pemerintah mengembangkan SI-ISPO sebagai platform digital terpusat yang mengintegrasikan berbagai data secara waktu nyata.

Pengembangan sistem itu diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 14 Tahun 2025.

Dalam menghadapi persyaratan pasar global, pemerintah berupaya menyediakan data yang transparan, memiliki landasan hukum, dan dapat diverifikasi secara digital.

"Indonesia berkomitmen penuh untuk memasok produk kelapa sawit yang layak secara ekonomi, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta memiliki transparansi digital yang dapat diverifikasi," kata Dida Gardera.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero), Sandry Pasambuna, mengatakan perusahaan terlibat dalam pengembangan ekosistem sawit berkelanjutan melalui pengelolaan data, ketertelusuran, verifikasi, dan assurance sesuai dengan ruang lingkup layanannya.

Menurut Sandry, SI-ISPO dapat menghubungkan data dan bukti proses sertifikasi dengan kebutuhan rantai pasok.

"SI-ISPO merupakan salah satu penguat dari sisi digital traceability, sehingga data dan evidence dari proses sertifikasi dapat dikelola dan dihubungkan dengan kebutuhan supply chain. Dengan ketersediaan data yang terintegrasi dan dapat ditelusuri, pelaku usaha memiliki dasar yang lebih kuat dalam menunjukkan kredibilitas rantai pasoknya," jelas Sandry Pasambuna.

SUCOFINDO juga menyediakan layanan verifikasi dan assurance terhadap data maupun bukti yang menjadi bagian dari sistem keberlanjutan dan ketertelusuran (sustainability and traceability ecosystem).

"SUCOFINDO ke depannya akan terus hadir memberikan assurance di berbagai titik aktivitas rantai pasok, khususnya pada komoditas kelapa sawit, sebagai independent assurance partner sesuai dengan perannya di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC). Salah satunya, SUCOFINDO dapat membantu memastikan bahwa informasi dan evidence dalam supply chain memiliki tingkat keandalan yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Sandry Pasambuna.

Ia berharap keterlibatan SUCOFINDO dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha Indonesia dan mendukung daya saing komoditas nasional di pasar internasional.

"Kami berharap melalui peranan SUCOFINDO dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha Indonesia sekaligus mendukung peningkatan daya saing komoditas nasional dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional," tutup Sandry Pasambuna.

(igo/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads