Industri di Jabar dan Lampung Butuh Tambahan Pasokan Gas

Industri di Jabar dan Lampung Butuh Tambahan Pasokan Gas

Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2026 11:36 WIB
Operator memantau produksi dari ruang kontrol di Stasiun Pengumpul Subang, PT Pertamina EP Subang Field, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Ilustrasi.Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji buka suara soal gagasan Menteri Koordinator (Menko) bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia untuk mengutamakan pemanfaatan gas bumi bagi kebutuhan dalam negeri.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kekayaan alam Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional.

"Kemenperin mendukung arahan Presiden untuk mengutamakan kepentingan nasional, termasuk gagasan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi agar gas bumi diutamakan bagi kebutuhan dalam negeri. Kami akan berkoordinasi agar industri mendapat porsi pasokan yang memadai, terutama di Jawa bagian barat dan Lampung yang saat ini paling membutuhkan," kata Sarmuji dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarmuji menjelaskan gas bumi memiliki peran penting bagi industri nasional, baik sebagai sumber energi maupun sebagai bahan baku. Industri pupuk dan petrokimia menggunakan gas sebagai bahan baku utama, sedangkan industri seperti keramik, kaca, dan baja membutuhkan pasokan energi yang stabil dengan harga kompetitif.

Kebutuhan gas industri saat ini masih tinggi. Data Kemenperin mencatat realisasi pasokan gas dengan skema Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) di wilayah Jawa Bagian Barat berada di kisaran 65,69 persen pada 2025.

ADVERTISEMENT

"Masih ada ruang yang perlu diisi. Karena itu, setiap tambahan pasokan gas di dalam negeri adalah peluang untuk memperkuat daya saing industri, menjaga utilisasi pabrik, dan melindungi lapangan kerja," ujarnya.

Pengutamaan gas bumi untuk kebutuhan domestik, katanya, sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), yang mengarahkan pengurangan ekspor gas bumi secara bertahap dan peningkatan alokasi gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri, salah satunya untuk mendukung kegiatan industri.

Sarmuji menambahkan, penguatan pasokan dalam negeri adalah proses bertahap. Kemenperin akan terus bekerja bersama Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi, Kementerian ESDM, dan para pemangku kepentingan untuk menjaga kepastian pasokan dan harga gas bagi industri yang sudah beroperasi saat ini.

"Hilirisasi membutuhkan industri yang kuat, dan industri yang kuat membutuhkan energi serta bahan baku yang terjamin. Di situlah Kemenperin akan mengambil peran," pungkasnya.

(hns/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads