Jakarta - Presiden Jokowi menyoroti kementerian dan lembaga (KL) yang tidak efisien atau boros dalam pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Padahal pemerintah ini sudah memasuki tahun ketiga.
"Saya mencermati masih ada potensi-potensi inefisiensi di dalam anggaran," kata Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017).
Hal ini disampaikan Jokowi pada pembukaan sidang kabinet paripurna, dengan topik rencana kerja pemerintah tahun 2018, kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2018. Sebelum membahas soal 2018, terlebih dahulu dia meminta para pembantunya itu untuk bekerja dengan fokus memasuki tahun anggaran 2017 ini.
Kembali ke soal potensi inefisiensi anggaran, sebabnya yakni ada rencana program yang jamak. "Akibat dari setiap kementerian/lembaga itu masing-masing merencanakan, masing-masing menganggarkan untuk sesuatu yang jamak," kata Jokowi.
"Misalnya masalah IT (Information and Technology), masalah pengadaan kapal, masalah radar, masalah bantuan UMKM. Tolong ini betul-betul dicermati," perintah Jokowi kepada para menterinya yang sedang duduk menyimak.
Penyerapan anggaran harus maksimal, namun tidak boleh asal terserap saja. Yang terpenting, kerja program pemerintah berorientasi hasil, bukan berorientasi prosedur. Dengan kata lain, prosedur mengikuti tujuan.
"Serapan anggaran harus habis, tapi hasilnya juga harus baik, capaiannya juga harus baik," kata Jokowi.
(dnu/mkj)
Jokowi Blak-blakan, Masih Ada Kementerian yang Boros Anggaran
Rabu, 01 Feb 2017 15:56 WIB
Infografis Lainnya











































