Infografis

Proyek Mangkrak BUMN Baja Terindikasi Korupsi

Elsa Azzahra - detikFinance
Selasa, 28 Sep 2021 22:00 WIB
Korupsi Proyek Pabrik Baja
Foto: Korupsi Proyek Pabrik Baja (M Fakhry Arrizal/detikcom)
Jakarta - Proyek pengolahan biji besi menjadi hot metal atau blast furnace PT Krakatau Steel (Persero) Tbk disorot Menteri BUMN Erick Thohir. Proyek dengan nilai investasi US$ 850 juta yang disebut mangkrak itu berkontribusi pada utang perseroan yang mencapai US$ 2 miliar atau Rp 31 triliun. Erick pun menyebut ada indikasi korupsi.

"Ini kan hal-hal yang tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi, dan kita akan kejar siapapun yang merugikan, karena ini kembali bukannya kita ingin menyalahkan, tetapi penegakan hukum kepada bisnis proses yang salah harus kita perbaiki," kata Erick dalam acara Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9/2021).

Dalam catatan detikcom Juli 2019 lalu, Roy Edison Maningkas yang ketika itu mengajukan pengunduran diri sebagai Komisaris Independen menjelaskan, proyek ini telah dicanangkan sejak tahun 2011 dan terancam merugi. Pasalnya, harga pokok produksi (HPP) slag yang dihasilkan proyek blast furnace ini lebih mahal US$ 82 per ton atau setara dengan Rp 1.144.130 (kurs Rp 14.000) jika dibandingkan harga pasar.
(dna/dna)