Follow detikFinance
Selasa 10 Oct 2017, 11:14 WIB

Bayar Pakai Uang Elektronik, Keluar-Masuk Tol Kok Malah Macet?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Bayar Pakai Uang Elektronik, Keluar-Masuk Tol Kok Malah Macet? Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Pemerintah mewajibkan transaksi non tunai di jalan tol per tanggal 31 Oktober 2017 mendatang. Ketentuan ini diatur lewat Peraturan Menteri PUPR Nomor 16/PRT/M/2017. Peraturan Menteri ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna tol sehingga transaksi tol menjadi lebih efektif, efisien, aman dan nyaman.

Menjelang tanggal tersebut, PT Jasa Marga sudah memberlakukan transaksi non tunai 100% di sejumlah gerbang tol sejak awal September lalu.

Kebijakan ini sendiri diyakini dapat mengurangi kepadatan di gerbang tol yang selama ini dibuat lebih lama lantaran transaksi dilakukan secara tunai. Penggunaan uang elektronik diyakini lebih cepat dan membantu lebih banyak efisiensi untuk operasional jalan tol.

Namun ternyata, kebijakan tersebut membawa dampak kurang mengenakkan bagi masyarakat pengguna tol. Penerapan 100% transaksi non tunai di gerbang tol malah membuat penumpukan kendaraan cukup panjang sebelum gerbang tol. Hal tersebut dapat dilihat pada GT Cengkareng 2 di Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo.

Jasa Marga selaku pengelola tol tersebut memaparkan, adanya penumpukan kendaraan sebenarnya lebih dipicu adanya pekerjaan pelebaran jalan dan penyempitan bahu jalan, imbas dari pertemuan dari jalur elevated dan jalur bawah dari masing-masing dua lajur menjadi tiga lajur di KM 28, diyakini menjadi penyebabnya.

"Dampaknya, kepadatan kendaraan menjelang lokasi pekerjaan," kata Dirut Jasa Marga, Desi Ariyani dalam keterangannya seperti ditulis Selasa (10/10/2017).

Pantauan di lapangan juga memperlihatkan adanya penumpukan kendaraan menuju GT Cengkareng 2 arah Bandara Soekarno Hatta. Sejumlah pengguna tol tampak memperlihatkan kekesalannya di media sosial lantaran adanya kemacetan di saat ingin ke bandara.

"@lewatmana Semenjak pemberlakuan full etoll, macet tol bandara 2 x lipat , dan tidak ada tindakan dari jasamarga," tulis akun @dadancop seperti dikutip dari Twitter.

"Pak @jokowi, skrg tol ke bandara soetta mnjd sgt macet krn aturan mggunakan e-toll, sudah 1 mggu lebih & setiap hari sprti ini @kemenhub151," ungkap akun @evansoesanto.

"Tol bandara macet parah gara2 e-toll, bukannya mempercepat malah menambah kemacetan @RadioElshinta @TMCPoldaMetro @YLKI_ID @kemenhub151," ujar akun @dydy660099.

Namun belum diketahui, penumpukan kendaraan tersebut sebenarnya terjadi lantaran banyaknya pengguna jalan yang belum menggunakan uang elektronik, atau proses pembayaran non tunai yang kurang lancar di gerbang tol. Pihak Jasa Marga sendiri belum mengonfirmasi hingga berita ini diturunkan.

Sebelumnya, kejadian serupa juga sempat terjadi di GT Cibubur 2 yang pada tanggal 18 September 2017 hanya melayani transaksi non tunai. GT yang berada pada ruas tol Jagorawi tersebut juga sempat macet parah hingga 2 km saat awal pemberlakuan pembayaran uang elektronik. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed