Ini Kajian Rute Tol Bawen-Yogya yang Ditolak Sultan

Ini Kajian Rute Tol Bawen-Yogya yang Ditolak Sultan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 11 Okt 2017 14:27 WIB
Ini Kajian Rute Tol Bawen-Yogya yang Ditolak Sultan
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengusulkan agar rencana Tol Bawen-Yogyakarta diubah menjadi jalan layang saja. Sultan menjelaskan, rencana pembangunan tol melintasi DIY akan melewati banyak situs-situs cagar budaya di sekitar rencana trase tol itu sehingga sulit untuk merealisasikan tol yang rencananya bakal dibangun melayang itu.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), seperti dikutip detikFinance, Rabu (11/10/2017), jalan tol ini terbagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama, menyambungkan Bawen ke Secang, termasuk Bawen Junction dan Secang Junction.

Kemudian bagian 2, dari Secang ke Borobudur, tanpa persimpangan. Dan bagian 3, dari Yogyakarta ke Borobudur, termasuk persimpangan Borobudur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalan tol Bawen-Yogyakarta sendiri saat ini masih dalam kajian studi kelayakan yang dilakukan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Studi kelayakan ditarget bisa rampung pada akhir 2017 ini sehingga bisa segera dilelang dan mulai dibangun pada 2018.

Proyek Tol Bawen-Yogyakarta juga masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang terlampir dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017. Masuknya proyek ini ke dalam PSN, membuat dia harus segera dilakukan konstruksi sebelum 2019.

Tol ini dipercaya akan memberi dampak pada pembangunan kota karena akan meningkatkan konektivitas antar kabupaten dan kota lainnya. Selain itu, jalan tol ini akan menjadi pendukung aksesibilitas ke Candi Boroboudur yang diproyeksi menjadi salah satu Bali Baru dalam menggenjot pariwisata Indonesia. (eds/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads