Follow detikFinance
Jumat 13 Oct 2017, 11:52 WIB

16 Km Jalur Kereta MRT Fase 1 Tersambung Akhir Bulan Ini

Eduardo Simorangkir - detikFinance
16 Km Jalur Kereta MRT Fase 1 Tersambung Akhir Bulan Ini Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Hingga akhir September 2017, pembangunan konstruksi sipil fase I Mass Rapid Transit atau MRT Jakarta saat ini telah mencapai 80,15%. Kemajuan konstruksi tersebut terdiri dari konstruksi fisik jalur bawah tanah yang menyambungkan bundaran Patung Pemuda hingga Bundaran HI sebesar 90,22% dan konstruksi jalur layang dari Lebak Bulus hingga patung Pemuda sebesar Rp 70,16%.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, sampai akhir tahun ini konstruksi bisa 90%. Bahkan pada akhir bulan Oktober ini, seluruh jalur kereta MRT dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI diperkirakan sudah tersambung.

"Kami tetap optimis hingga Desember 2017, dapat mencapai 90 persen. Bahkan, rencananya, akhir Oktober ini seluruh jalur kereta akan tersambung," katanya seperti dikutip dari keterangannya di situs resmi MRT Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Seperti diketahui, pada fase 1 ini sedang dibangun jalur kereta sepanjang lebih kurang 16 km yang menghubungkan Jakarta bagian selatan dan utara, dimulai dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia.

Sedangkan pada fase 2, akan dibangun jalur bawah tanah dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Kampung Bandan.

Saat ini, PT MRT Jakarta sendiri tengah menyiapkan aspek operasional seperti rekrutmen karyawan untuk berbagai posisi seperti masinis, staf stasiun dan depo, hingga benchmarking ke berbagai operator kelas dunia.

Kehadiran kereta MRT Jakarta diharapkan tidak sekadar instrumen untuk membantu mengurai kemacetan Ibu Kota, namun juga membawa perubahan transportasi yang mengintegrasikan gaya hidup dan mobilitas sekitar 10 juta jiwa penduduknya dan satu juta komuter setiap harinya.

Dengan mandat untuk beroperasi sesuai standar internasional yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan dapat diandalkan, MRT Jakarta berupaya agar masyarakat mau beralih dari transportasi pribadi ke transportasi publik.

"Jarak kedatangan antar kereta yang lima menit, harapannya masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama," ujar William.

"Yang sekarang terus kami kampanyekan adalah perubahan budaya bertransportasi masyarakat. Dari hal kecil seperti antre naik turun tangga atau eskalator, atau mendahulukan penumpang turun. Perubahan hal-hal tersebut tidak secepat konstruksi infrastruktur. Oleh sebab itu kami apresiasi teman-teman jurnalis yang selalu mempromosikan budaya bertransportasi publik," tambahnya.

Hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum operasional kereta MRT Jakarta adalah sistem transportasi pengumpan dari area pemukiman ke stasiun terdekat. Selain halte, tiket pun nanti akan terintegrasi. Setidaknya di stasiun MRT nantinya ada enam slot tiket. Satu untuk tiket MRT Jakarta, lima slot untuk moda transportasi lainnya.

"Saat ini kami terus menjajaki kerja sama dengan operator transportasi lain seperti Transjakarta, misalnya. Rencananya nanti setidaknya ada lima stasiun MRT yang terkoneksi langsung dengan jalur busway, yaitu Stasiun Lebak Bulus, Blok M, Sisingamangaraja, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia," jelas pria kelahiran Makassar ini. (eds/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed