Follow detikFinance
Rabu 18 Oct 2017, 09:48 WIB

Begini Cara Jokowi Bikin Ekonomi Tak Hanya Terpusat di Jawa

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Begini Cara Jokowi Bikin Ekonomi Tak Hanya Terpusat di Jawa Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Demi mempercepat pembangunan dan kesejahteraan, pemerintah mendorong munculnya berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru secara merata. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan mendorong pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, memastikan ketersediaan energi, serta menyiapkan sejumlah kawasan industri yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berbagai pusat kegiatan ekonomi yang didorong antara lain, sektor ekonomi maritim, ekonomi kreatif, serta pariwisata, khususnya destinasi wisata baru. Selain itu, perhatian pun diberikan bagi pengembangan ekonomi umat serta kawasan perbatasan dan 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Tujuannya, agar wilayah-wilayah yang selama ini tertidur dibangkitkan. Warga yang selama ini terdiam, dibangunkan. Potensi-potensi yang tersembunyi digali dan dikaji, sehingga wilayah-wilayah tersebut menjadi daya tarik baru.

Seperti dikutip dari data Kantor Staf Presiden yang diterima detikFinance, Rabu (18/10/2017), setidaknya ada empat kategori kawasan yang disiapkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menggerakkan ekonomi baru. Pengembangan kawasan untuk mendorong geliat ekonomi dilakukan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Mulai dari 12 wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 17 Kawasan Industri (KI), 10 Daerah Prioritas Pariwisata (DPP) Nasional, dan 26 Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN).

Dilakukannya pembangunan berdasarkan kategori di atas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing produk-produk barang dan jasa di tiap wilayah. Dengan cara itu, masyarakat sekitar dapat ikut menikmati sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif tersebut.

Pemerintah membuka kawasan pariwisata, kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus, perbaikan pos lintas batas negara, dan peningkatan investasi di luar Pulau Jawa. Langkah ini akan memastikan lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di seluruh wilayah Indonesia

Di Sumatera misalnya, ada KEK Lhokseumawe di Aceh, KEK Sei Mangke dan KI Kuala Tanjung di Sumut, KI Dumai dan KI Tanjung Buton di Riau, KEK Belitung di Bangka Belitung, KEK Tanjung Api-api di Sumsel, dan KI Tanggamus di Lampung.

Di Kalimantan, dikembangkan KI Landak dan KI Ketapang di di Kalbar, KEK Maloy Batuta dan KI Tanah Kuning di Kaltara, dan KI Batu Licin di Kalsel.

Di bagian Timur Indonesia, dibangun KEK Mandalika di NTB, KI Bantaeng di Sulsel, KEK Palu dan KI Konawe di Sulteng, KI Morowali di Sulbar, dan KEK Bitung di Sulut. Kemudian KEK Morotai dan KI Buli di Maluku Utara, KEK Sorong dan KI Teluk Bintuni di Papua Barat hingga ke ujung Timur Indonesia di Papua, yakni KEK Merauke.

Pengembangan pariwisata juga menjadi perhatian besar Pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kawasan. Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional tercatat mengalami peningkatan di tahun 2017. Pada 2015, kontribusinya 4,25% terhadap PDB dan di 2017 sukses naik ke angka 5,5% terhadap PDB.

Jumlah tenaga kerja yang diserap juga bertambah, dari 10 juta orang di 2015, 11 juta orang di 2016 dan 12 juta orang di 2017. Sementara jumlah kunjungan wisatawan nusantara juga terus naik dari 256 juta kunjungan di 2015 menjadi 265 juta kunjungan di 2017.

Dengan pengembangan yang dilakukan, kini peringkat daya saing pariwisata Indonesia berhasil merangkak naik dari tahun ke tahun, mulai dari peringkat 70 di 2014 menjadi 50 di tahun 2015 dan tahun ini, berhasil naik 8 tangga ke posisi 42 dengan skor 4,16.

Daerah-daerah pariwisata yang dibangun di antaranya terpusat di beberapa lokasi yang memiliki potensi besar. Yakni Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Candi Borobudur di Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Morotai di Maluku Utara. (eds/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed