Follow detikFinance
Rabu 18 Oct 2017, 13:53 WIB

Di Depan Ratusan Insinyur, PUPR Pamerkan Rekayasa Aspal Campur Plastik

Tsarina Maharani - detikFinance
Di Depan Ratusan Insinyur, PUPR Pamerkan Rekayasa Aspal Campur Plastik Aspal Campur Plastik (Foto: Eduardo Simorangkir)
Jakarta - Dalam rangka percepatan pembangunan serta peningkatan daya saing Indonesia di mata internasional, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar Kongres Perekayasa Nasional. Kongres diawali dengan peluncuran Himpunan Perekayasa Indonesia (Himperindo) dan dilanjutkan dengan penentuan ketua yang memimpin Himperindo selama 3 tahun ke depan.

Kongres Perekayasa 2017 ini dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari para insinyur atau perekayasa, pejabat Kementerian PANRB, Penerima Perekayasa Utama Kehormatan BPPT, serta para pejabat dan pengelola SDM dan perwakilan pemerintah daerah yang memiliki pejabat fungsional perekayasa di masing-masing kementerian dan lembaga.

Salah satu Penerima Perekayasa Utama Kehormatan BPPT yang hadir adalah Basuki Hadimuljono yang juga merupakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun dalam kesempatan tersebut ia diwakili oleh Kabalitbang PUPR, Danis Sumadilaga.

Mewakili Hadimuljono, Danis menuturkan bahwa pengembangan infrastruktur secara fisik harus merupakan hal yang perlu diprioritaskan, karena akan turut berdampak pada pertumbuhan negara.

"Menempatkan infrastruktur sebagai prioritas nasional, merupakan sebuah langkah logis dan strategis untuk mempercepat pertumbuhan bangsa," ujar Kabalitbang PUPR, Danis Sumadilaga saat acara pembukaan Kongres Perekayasa Nasional, di Gedung BPPT, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2017).

Di depan ratusan hadirin, ia memaparkan rencana dan target yang sedang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Salah satunya adalah percobaan pencampuran aspal dengan bahan plastik. Hal ini merupakan upaya Kementerian PUPR untuk menjalankan program kerjanya membangun jalan aspal di berbagai daerah sekaligus memberdayakan limbah plastik yang menumpuk.

"Membangun aspal dengan plastik sedang dicoba. Ada satu jenis plastik yang nggak pernah diambil sama pemulung, yaitu bahan plastik kresek hitam itu," ujar

Selain pada persoalan pembangunan konektivitas berupa jalan aspal, Kementerian PUPR juga memiliki prioritas dalam penataan dan pengembangan sanitasi. Menurut Danis, kualitas sanitasi memiliki pengaruh besar terhadap mutu kesehatan seluruh masyarakat.

"Yang menjadi concern PRPU juga soal sanitasi. Karena ini bukan cuma sekadar air bersih, tapi juga berdampak pada mutu kesehatan para penerus generasi bangsa," sambung Danis.

Perhatian Kementerian PUPR soal sanitasi ini kemudian ditanggapi secara positif oleh Kepala BPPT, Unggul Priyanto. Menurutnya, meskipun saat ini masih banyak pengembangan yang perlu dilakukan oleh BPPT, namun BPPT telah siap dalam pengelolaan teknologi sanitasi.

"Terutama soal sanitasi yang disebutkan tadi, kita kuat lah. Mulai dari air sungai, air laut, Insya Allah kita siap. Kita siap bekerjasama dan siap ditugaskan," ucap Unggul di lokasi yang sama.

Menurut Danis pengembangan teknologi dan pembinaan bagi para insinyur di Indonesia perlu terus didorong. Hal ini disebabkan apabila tidak ada perkembangan teknologi yang memadai dan tidak adanya para insinyur yang kompeten, pembangunan negara bisa mandek.

"(Harus) ada kontribusi dari para engineer yang bisa membantu percepatan pembangunan. Kadang kita masih terpaksa pakai teknologi dari luar negeri," tutur Danis. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed