Follow detikFinance
Kamis 19 Oct 2017, 09:51 WIB

Jokowi Temui Ribuan Kuli Bangunan di GBK

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jokowi Temui Ribuan Kuli Bangunan di GBK Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini berkunjung ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Kedatangannya disambut oleh ribuan tenaga kerja konstruksi mulai dari tukang, mandor, drafter, surveyor, operator, pelaksana hingga pengawas yang berasal dari berbagai proyek infrastruktur di tanah air.

Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, Kamis (19/10/2017), pada jam 08.00 WIB, para pekerja konstruksi yang disertifikasi sudah berkumpul dengan rapi, duduk di salah satu bagian tribun di dalam Stadion Gelora Bung Karno yang tengah dipugar.

Jokowi sendiri akan hadir untuk menyaksikan sertifikasi 9.700 tenaga kerja konstruksi di seluruh wilayah Indonesia secara serentak. Di GBK, hadir sekitar 5.328 yang datang dari perwakilan Balai Kerja Konstruksi Wilayah III Jakarta.

Hadir pula Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono selaku regulator di bidang konstruksi. Basuki hadir satu jam sebelum Jokowi tiba, dengan mengenakan kaus polo biru, lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD) seperti rompi dan helm proyek.

Kegiatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi sendiri sejatinya akan dilakukan kemarin (18/10), namun keinginan Jokowi untuk menyaksikan membuat proses ini diundur menjadi hari ini.
Jokowi Temui Ribuan Kuli Bangunan di GBKFoto: Eduardo Simorangkir/detikFinance

"Mohon maaf harusnya kemarin ini dilaksanakan. Tapi karena keinginan Pak Presiden untuk hadir, rencananya Beliau akan hadir jam 9 nanti," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat menjumpai ribuan para pekerja konstruksi di GBK.

Seperti diketahui, Pemerintah mengejar target seluruh tenaga kerja konstruksi yang ada di Indonesia sudah tersertifikasi hingga 2019 mendatang. Hal ini sesuai amanat Undang-Undang (UU) Jasa Konstruksi yang telah diselesaikan tahun 2016.

Data statistik tahun 2016 menunjukkan bahwa jumlah tenaga kerja konstruksi Indonesia hampir menembus angka 8 Juta Orang. Dari jumlah tersebut baru sekitar 10% yang memiliki sertifikat kompetensi kerja.

Artinya masih terdapat gap yang sangat besar antara tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat dan tidak bersertifikat, sehingga diperlukan percepatan sertifikasi terhadap tenaga kerja konstruksi.

Padahal, dengan disertifikasinya tenaga kerja konstruksi ini, maka para pekerja akan memiliki pengakuan kompetensi kerja dan bisa bersaing dengan tenaga kerja asing menyusul masuknya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
Jokowi Temui Ribuan Kuli Bangunan di GBKFoto: Eduardo Simorangkir/detikFinance

Untuk itu, kegiatan sertifikasi tenaga kerja konstruksi diharapkan dapat menjadi pendorong peningkatan daya saing tenaga kerja konstruksi Indonesia. Pasalnya tenaga kerja yang akan disertifikasi harus dapat meningkatkan kompetensi-nya sesuai dengan standar kompetensi kerja yang ditetapkan dan memperoleh sertifikat kompetensi kerja.

Pemerintah sendiri menargetkan akan ada 500 ribu sertifikasi sepanjang tahun ini dengan pola kerja sama dengan BUMN dan swasta.

(eds/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed