Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Okt 2017 14:07 WIB

Ini Alasan Jokowi Gencar Bangun Jalan Perbatasan dan Papua

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Dana Aditiasari Foto: Dana Aditiasari
Jakarta - Sepanjang 2.623 km jalan telah dibangun dalam 3 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kebanyakan jalan yang dibangun adalah jalan perbatasan di Pulau Kalimantan, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Serta, pembangunan jalan Trans Papua.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi, pembangunan kita fokus di perbatasan dan Papua," ujar Direktur Pengembangan Jaringan Jalan, Kementerian PUPR Rachman Arief Dienaputra kepada detikFinance, Senin (23/10/2017).

Fokus pembangunan tersebut bukan tanpa alasan. Ketimpangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia menjadi alasan mendasar mengapa pembangunan jalan baru fokus di 3 wilayah tersebut

Selama ini, kata Arief, wilayah timur Indonesia banyak tertinggal pembangunannya lantaran tak punya akses jalan yang memadai. Akibatnya, distribusi barang dan jasa sulit dilakukan.

Tanpa ketersediaan jaringan jalan yang memadai, distribusi barang dan jasa hanya bisa dilakukan melalui udara. Yang sudah tentu biayanya lebih mahal.


Akibatnya, pembangunan lebih lanjut juga terhambat karena sulit melakukan pengiriman material dan alat berat untuk melakukan pembangunan.

"Karena itu lah, fokus kita menyambungkan daerah-daerah terdepan, terluar dan terdalam. Minimal jalan sudah tembus, pembangunan lebih mudah dilakukan," tandas dia.

(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com