Publikasi yang berisikan kondisi transportasi di 180 negara ini cukup menarik. Pasalnya, publikasi ini berisikan tentang bagaimana kondisi transportasi sebuah negara berdasarkan keadilan, efisiensi, keselamatan, dan ramah lingkungan.
Bagaimana rapor 'Global Mobility Report 2017' atau Laporan Mobilitas Globa l 2017 untuk Indonesia sendiri?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut peringkat dan indikator keseluruhan dari pengembangan transportasi di Indonesia
1. Kualitas Jalan (Quality of roads) : Peringkat 80 dengan nilai 3.72 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
2. Kualitas infrastruktur jalan kereta api (Quality of railroad infrastructure) : Peringkat 43 dengan nilai 3.60 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
3. Kualitas infrastruktur pelabuhan (Quality of port infrastructure) : Peringkat 82 dengan nilai 3.81 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
4. Kualitas infrastruktur udara (Quality of air transport infrastructure) : Peringkat 66 dengan nilai 4.36 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
Bagaimana dengan negara tetangga? Berikut peringkat dan indikator keseluruhan dari pengembangan transportasi di Malaysia dan Singapore :
Malaysia :
1. Kualitas Jalan (Quality of roads) : Peringkat 15 dengan nilai 5.69 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
2. Kualitas infrastruktur jalan kereta api (Quality of railroad infrastructure) : Peringkat 13 dengan nilai 5.12 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
3. Kualitas infrastruktur pelabuhan (Quality of port infrastructure) : Peringkat 16 dengan nilai 5.57 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
4. Kualitas infrastruktur udara (Quality of air transport infrastructure) : Peringkat 21 dengan nilai 5.74 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
Singapura :
1. Kualitas Jalan (Quality of roads) : Peringkat 3 dengan nilai 6.21 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
2. Kualitas infrastruktur jalan kereta api (Quality of railroad infrastructure) : Peringkat 8 dengan nilai 5.67 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
3. Kualitas infrastruktur pelabuhan (Quality of port infrastructure) : Peringkat 2 dengan nilai 6.66 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
4. Kualitas infrastruktur udara (Quality of air transport infrastructure) : Peringkat 1 dengan nilai 6.80 (Angka 1 = Terburuk, Angka 7 = Terbaik)
SuM4All hadir atas inisiasi pada KTT Dunia soal Iklim tahun 2016. Presiden Kelompok Bank Dunia menyerukan tindakan untuk membawa koherensi yang lebih besar dan mempercepat upaya untuk menyatukan dan mengubah sektor transportasi di Dunia.
Pada bulan Januari 2017, prakarsa tersebut dibentuk secara resmi dalam Rapat Konsorsium Transportasi Pertama di Washington DC, dengan sebuah piagam, sebuah rencana kerja dan pengaturan tata kelola pemerintahan sementara.
SuM4All hadir untuk menyatukan beragam pemangku kepentingan transportasi yang beragam dan berpengaruh, dengan komitmen untuk berbicara dengan satu suara global dan bertindak secara kolektif untuk menerapkan Sasaran Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDG) dan mengubah sektor transportasi. (eds/dna)











































