Kontraktor pembangunan proyek tersebut, PT Adhi Karya (ADHI) melakukan sejumlah strategi agar kemacetan, dampak dari pelaksanaan pembangunan bisa diminimalisir. Salah satunya adalah dengan mengatur waktu keluar masuk kendaraan pengangkut tanah.
Truk-truk raksasa pengangkut tanah diatur agar keluar masuk di malam hari saat lalu lintas tengah sepi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Operasional PT Adhi Karya Tbk, Pundjung Setya mengatakan, agar tanah bisa diangkut pada malam hari, maka proses pengeboran dilakukan pada sore hingga malam hari.
Pasalnya, bila pengeboran dilakukan pagi atau siang hari, maka tanah akan terkumpul di sore hari dan proses pengangkutan tanah bisa menganggu lalu lintas lantaran sore hari umumnya adalah jam pulang kerja para pkerja kantoran.
"Ngebor kan mesti ada tanah yang dibuang. Nah ini kondisinya memerlukan truk. Jadi menghindari kemacetan lalu lintas kalau dilakukan malam saat truk mau buang tanah," jelas Pundjung.
Sementara itu, proyek LRT tersebut rencananya beroperasi pada Mei 2019 dengan tiga rute lintasan, yakni Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang dan Cawang-Dukuh Atas. (dna/hns)











































