Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 31 Okt 2017 16:08 WIB

Pakai Non Tunai Tapi Masih Macet, Ini Kata Badan Pengatur Tol

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Sejumlah ruas tol di Jakarta hari ini terpantau masih macet meskipun kebijakan transaksi non tunai secara penuh telah diterapkan hari ini.

Padahal, penggunaan uang elektronik dipercaya mampu mempercepat waktu transaksi di gerbang tol sehingga mengurangi terjadinya penumpukan kendaraan di gerbang tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengaku masih mencari tahu penyebab pasti terjadinya kemacetan tersebut. Pasalnya, dirinya masih mengumpulkan informasi dari sejumlah cabang tol untuk mendapatkan penyebab kemacetan sebenarnya.

"Ini yang saya juga sudah minta ke masing-masing cabang untuk cek. Karena kan proses tapping (kartu) nya cepat, tapi kok ngantre. Kalau perlu nanti kita coba pakai drone biar kita pelajari sebabnya. Harusnya kan enggak, kecuali kalau volumenya sudah melebihi," kata Herry saat dihubungi di Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Dia bilang, sampai saat ini dirinya belum mendapat laporan dari masing-masing pengelola cabang atau ruas tol, termasuk yang sudah menerapkan 100% non tunai secara bertahap sebelumnya.

Herry sendiri meyakini, penggunaan uang elektronik banyak membantu mempercepat proses transaksi di gerbang tol.

"Saya belum dapat. Tapi sudah minta. Biar enggak salah diartikan karena kartunya, karena kan kartunya cepat. Tapi pas volumenya tinggi, kok macetnya bisa begitu? Tapi kalau dia akibat volume yang besar, tentu kita harus cari solusi lagi yang lain yang sesuai sama permasalahannya," ungkapnya.

Sejauh ini, analisis volume kendaraan yang melebihi kapasitas memang diperkirakan menjadi penyebab antrean ini. Pasalnya, penumpukan kendaraan biasanya terjadi hanya di jam-jam sibuk saja.

Untuk mengantisipasi volume yang melebihi kapasitas, pihaknya telah mendorong BUJT untuk menambah jumlah gardu atau memperluas gerbang tol jika masih memungkinkan untuk diperluas.

"Memang volumenya yang melebihi kapasitas gerbangnya bisa bikin antrean jadi panjang sekali. Seperti di Senayan, ini sedang dalam proses untuk penambahan jumlah gardu. Selama tempat memungkinkan, gardunya akan ditambah," pungkasnya. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com