Proyek LRT Jabodebek Masih Berkutat di Pembiayaan

Proyek LRT Jabodebek Masih Berkutat di Pembiayaan

Fadhly F Rachman - detikFinance
Rabu, 01 Nov 2017 17:00 WIB
Proyek LRT Jabodebek Masih Berkutat di Pembiayaan
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Proyek kereta ringan Light Rail Transit (LRT) rute Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) terus dikerjakan. Masalah pendanaan proyek tersebut pun masih terus dicari jalan keluarnya.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan saat ini pemerintah bersama dengan pihak terkait lainnya seperti PT KAI dan Adhi Karya masih terus melakukan finalisasi proyek.

Proses finalisasi itu dilakukan di Kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Finalisasi aja ya. menyelesaikan berapa hal yang sebenernya sudah di masing-masing Kementerian/Lembaga sudah selesai kemudian kita akan melakukan konsesi," kata Budi Karya di Kantor Luhut, Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Adapun, proses finalisasi yang masih dibicarakan terkait dengan masalah tarif, konsesi proyek, hingga masalah pembiayaan proyek atau financial closing. Untuk masalah pembiayaan, Budi Karya mengatakan targetnya bisa diselesaikan secepatnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Kereta Api, Edi Sukmoro, menambahkan masalah pembiayaan dapat selesai paling lambat pada akhir tahun 2017, atau bulan Desember mendatang.

"Kalau financial closing paling lambat kan Desember," kata Edi.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Emma Sri Martini, juga mengatakan financial closing ditarget rampung pada bulan Desember mendatang. Menurutnya, saat ini masih banyak yang harus disiapkan sebelum financial closing bisa selesai.

"Kelengkapan masih banyak (yang harus dipenuhi), ini skema baru. Ada peraturan menteri yang dibuat dan disesuaikan dan syarat financial closing dari lender harus jelas, ada berapa capex-nya? Kemudian struktur subsidinya, segala macam harus jelas," terangnya.

"Ini kan masih berproses dan kita kejar dalam dua minggu ke depan mudah-mudahan udah bisa shaping up dari struktur proyek dan Desember bisa financial closing. Krusial semua, kan kalau satu komponen kurang, ya ga bisa financial close. Bagaimana kita bisa menentukan proyek kalau satu angka enggak ada," tutupnya. (dna/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads