Masih Ada Gerbang Tol yang Terima Tunai

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 02 Nov 2017 10:18 WIB
Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Pemerintah telah mewajibkan transaksi non tunai di seluruh tol di Indonesia per tanggal 31 Oktober 2017 lalu. Namun ternyata, sampai saat ini penerimaan tunai di gerbang tol masih terjadi. Salah satunya ditemui di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang dioperatori oleh PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

Wakil Presiden Direktur PT LMS, Firdaus Azis menjelaskan, masuknya pengguna jalan ke dalam tol memang tetap menggunakan uang elektronik, namun dengan cara meminjam kartu milik petugas.

Dia bilang, hal ini terjadi lantaran masih banyak pengguna yang tak menyadari saldo uang elektronik yang dibawanya sudah habis, sementara fasilitas isi ulang tak mencukupi di gerbang tol.

"Kita ternyata di lapangan masih ada kendala karena banyak pengguna enggak menyadari saldo kartunya kurang. Sementara fasilitas top up dari bank belum mencukupi. Jadi terpaksa di lapangan praktiknya kita terima tunai dulu, pinjam kartu kita. Mau enggak mau, kalau enggak bakal macet sekali. Petugas kita juga sudah kewalahan itu," katanya saat dihubungi detikFinance, Kamis (2/11/2017).

Firdaus mengatakan penetrasi penggunaan uang elektronik di tol Cipali sebenarnya sudah di atas 90%. Namun kendala isi ulang tersebut membuat pihaknya justru kewalahan saat melayani pengguna yang mengaku sulit melakukan isi ulang.

Keluhan ini kata dia banyak berasal dari kendaraan golongan II ke atas atau truk. Para sopir truk tersebut mengaku sulit jika harus mengisi ulang dulu di merchant retail tertentu karena masalah parkir yang tidak memadai.

"Saldonya enggak cukup terutama dari pengemudi-pengemudi truk. Karena pengemudi truk sekali jalan di tol Cipali itu kan lumayan tinggi. Sementara fasilitas top up di luar terbatas. Kalau di Indomaret kan susah karena masalah space parkir. Makanya dari pada kita bikin antrean chaos, ya sudahlah lebih baik kita (tunai)," ungkapnya.

Lalu lintas harian truk di Tol Cipali sendiri cukup banyak, mencakup 15% dari lalu lintas harian Tol Cipali sebanyak 25-30 ribu kendaraan per hari.

"Jadi mereka sudah punya uang elektronik, tapi terpaksa pinjam punya petugas karena saldonya enggak cukup. Tapi juga masalahnya para pengguna truk milih-milih bank tertentu yang top up nya mudah. Bank lain katanya susah. Ada bank-bank yang kurang populer di pengguna. Akhirnya top up tunai yang perlu kita perbanyak," tutur Firdaus.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road Eka Sjarief. Dia bilang, kendala pengisian ulang saldo uang elektronik juga menjadi perhatian khusus dari kebijakan penerapan transaksi tol 100% non tunai.

"Masalah saldo memang agak repot karena orang bingung bisa isi di mana. Rata-rata jalan tol juga mengeluhkannya soal itu ke BI. Artinya servicesnya juga sudah harus dengan ini. Apalagi orang dari luar kota. Itu yang harus dipertajam lagi," pungkasnya. (eds/dna)