Salah satu lahan yang terkena proyek tersebut adalah di wilayah Halim, Jakarta Timur. Lahan di daerah Halim, Jakarta Timur yang terkena pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan perumahan TNI Angkatan Udara (AU). Untuk membebaskan lahan tersebut, KCIC harus memberikan lahan pengganti sehingga pembangunan proyek di kawasan Halim, Jakarta Timur bisa dimulai.
"Misalnya di Halim melewati perumahan tentara AU disiapkan perumahannya, baru penghuninya pindah dan dikerjakan," ujar Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kemenko Perekonomian, Wahyu Utomo saat dikonfirmasi detikFinance, Jakarta, Jumat (3/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di Halim, pembebasan lahan di daerah Cimahi, Jawa Barat juga belum selesai. Pembebasan lahan ini belum usai karena belum adanya lahan pengganti untuk merelokasi warga.
"Ada tanah di Cimahi belum (bebas) karena belum selesai untuk tanah penggantinya," kata Wahyu.
Pasalnya, untuk pencairan pinjaman dari China Development Bank (CDB) tahap pertama sebesar US$ 1 miliar dibutuhkan pembebasan lahan minimal 53%.
"Karena ada persyaratan harus 53% lahan diperlukan untuk rel harusnya sudah bebas ini masih terkendala," tutur Wahyu. (ara/dna)











































