Disindir Roy Suryo Proyek 'Kecebong', Kereta Cepat Terkendala Lahan

Wisma Putra - detikFinance
Senin, 06 Nov 2017 11:40 WIB
Foto: Wisma Putra
Bandung Barat - Pembangunan stasiun kereta cepat Jakarta-Bandung dilakukan di wilayah Walini, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pembangunan proyek ini terus dikerjakan meski sempat disindir Roy Suryo dengan istilak proyek 'Kecebong' alias 'Kereta Cepat Bohong-bohongan'.

Dari informasi yang dihimpun detikFinance, Minggu (5/11/2017) di wilayah Walini, masih ada empat hektare tanah milik warga yang belum dibebaskan.

Lokasinya berada di dekat pemukiman warga tepatnya di Kampung Cikuda RT 01 RW 13, Desa Mandala Sari, Kecamatan Cikalong Wetan, Bandung Barat.

"Belum dibebaskan karena masih belum ada kesepakatan harga," kata Wahyu (56) warga setempat saat ditemui detikFinance dilokasi pembangunan kereta cepat.

Video suasana lokasi proyek, Minggu (5/11), bisa disaksikan di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]


Tanah seluas empat hektar itu lokasinya berada di dekat pemukiman warga yang bangunannya sudah dibongkar atau nantinya dibangun sebagai lokasi stasiun.

Tanah yang belum terbebaskan itu hanya ditumbuhi tumbuhan liar. Sementara untuk tanah yang sudah terbebaskan dipatok menggunakan garis kuning hitam dan diikat ke sebilah bambu yang dijajarkan.

Wahyu mengungkapkan di Kampung Cikuda 01/13 sekitar 22 kepala keluarga (KK) harus meninggalkan kampung karena bangunan rumahnya masuk dalam peta pembangunan kereta cepat.

Meski rumah milik Wahyu tidak ikut dibebaskan, menurut pengakuan warga kepadanya mengatakan harga beli tanah untuk proyek kereta cepat terhadap tanah dan bangunan warga murah sekali.

"Tanah tanya dibeli Rp 192.200 per meter, sedangkan warga inginnya lebih Rp 250.000. Tapi warga hanya bisa pasrah," ujar Wahyu.

Informasi yang tersiar, menurut Wahyu, pemilik tanah seluas empat hektare itu tidak ingin tanahnya dijual murah. "Pemiliknya masih orang Bandung juga, katanya tanahnya ingin dijual jika dibeli Rp 2 juta per meternya," ucap Wahyu. (dna/dna)