Follow detikFinance
Selasa 07 Nov 2017, 15:10 WIB

Begini Proyek 'Kecebong' Sindiran Roy Suryo Berjalan di Walini

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Begini Proyek Kecebong Sindiran Roy Suryo Berjalan di Walini Foto: Wisma Putra
Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Roy Suryo, menyindir proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Roy menyebut proyek kereta cepat kecebong alias kereta cepat bohongan.

Namun, menurut pihak PTPN VIII yang merupakan salah satu anggota konsorsium proyek kereta cepat, proses pembangunan sedang berjalan di kawasan Walini. Walini yang terletak di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Proyek kereta cepat JKT-BDG yang diresmikan pada Januari 2016 lalu di kawasan Walini, Jawa Barat, masih terus berjalan. Beberapa alat berat pun melakukan pengerukan tanah di titik yang akan dibangun sebagai stasiun. Selain itu, sejumlah truk mengangkut tanah ke lokasi pengurukan.


"Kalau untuk PTPN VIII sudah berjalan pengerjaan sesuai program yang dilakukan KCIC," kata Direktur Manajemen Aset PTPN VIII Gunara saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (7/11/2017).

Pengerjaan yang sedang berjalan di Walini yaitu pembukaan lahan untuk pembangunan rel kereta cepat dan terowongan.


"Serahkan ke pihak KCIC, sekarang sudah ada pembukaan (lahan) untuk rel dan tunnel, terowongan," kata Gunara.

PTPN VIII bersama PT Wijaya Karya Tbk, PT Jasa Marga Tbk, dan PT Kereta Api Indonesia membentuk perusahaan patungan bernama PSBI atau PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia. Selanjutnya PSBI dan China Railway International membentuk PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).


Gunara menambahkan, lahan seluas 22,687 hektar milik PTPN VIII diberikan hak sewa jangka panjang kepada PT KCIC. Lahan ini rencananya akan dibangun rel kereta cepat dan stasiun.

"22,687 hektar untuk trase dan stasiun rel kereta api dan stasiun," tutur Gunara.


Dalam penggunaan lahan milik PTPN VIII, KCIC membayar sejumlah uang selama penyewaan jangka panjang.

"Ada hitung-hitungannya sudah ditetapkan sesuai ketentuan yang ada. Itu 50 plus 3 tahun masa pembangunan," terang Gunara. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed