Follow detikFinance
Selasa 07 Nov 2017, 19:29 WIB

Fasilitas Ini Bakal Ada di Proyek 'Kecebong' yang Disindir Roy Suryo

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Fasilitas Ini Bakal Ada di Proyek Kecebong yang Disindir Roy Suryo Foto: Wisma Putra
Jakarta - Disindir dengan sebutan 'Kecebong' alias Kereta Cepat Bohongan, rupanya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung punya rancangan pembangunan yang cukup matang dengan harapan bisa memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar lintasan.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berencana membangun kawasan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Walini, Jawa Barat. Kawasan ini rencananya akan dibangun hunian yang terintegrasi dengan pusat bisnis.

"Sudah diketahui umum suatu kawasan TOD di sana. Saya tangkap ada kondisi pengembangan bersifat green juga seperti apa mungkin dari pihak konsultan KCIC bisa jawab," tutur Gunara, Direktur Manajemen Aset PTPN VIII saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (7/11/2017).


Akan tetapi, rencana pengembangan kawasan ini masih dibahas lebih lanjut antara PTPN VIII selaku pemilik lahan dan KCIC. Saat ini, izin yang diberikan baru pembangunan trase yaitu rel kereta dan stasiun di kawasan Walini, Jawa Barat.

"Belum itu masih dibicarakan dengan pihak KCIC sendiri. Lahan diperlukan itu dalam tahap negosiasi antara PTPN VIII dengan KCIC," kata Gunara.


Saat ini PTPN VIII sudah memberikan hak sewa lahan di Walini seluas 22,687 hektar. Lahan ini disewakan selama 53 tahun dengan rincian, 3 tahun masa konstruksi dan 50 tahun sewa untuk operasi kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Ada hitung-hitungannya sudah ditetapkan sesuai ketentuan yang ada. Itu 50 plus 3 tahun masa pembangunan," tutur Gunara. (ara/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed