Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 12:48 WIB

Resmikan Lagi 2 Ruas, Jokowi Sudah Operasikan 355 Km Jalan Tol

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Resmikan Lagi 2 Ruas, Jokowi Sudah Operasikan 355 Km Jalan Tol Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah menargetkan dalam 3 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), akan ada 568 km jalan tol yang beroperasi. Jika benar terjadi, maka pertambahan panjang jalan tol ini terbilang cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, sampai saat ini sendiri, panjang jalan tol yang sudah beroperasi tercatat 332 km, terhitung sejak akhir Oktober 2014 hingga akhir Oktober 2017.

Hingga akhir bulan November ini, akan ada tambahan 2 ruas lagi yang akan beroperasi, yakni 8,15 km tol Soreang-Pasir Koja dan 15 km tol Surabaya-Mojokerto (seksi IB, II dan III). Sehingga total panjang tol yang sudah dioperasikan akan mencapai 355 km.

"Per hari ini kan sudah 332 km (yang beroperasi), ditambah ini (Soroja dan Sumo). Berarti tinggal sekitar 200-an km lagi. Nanti di Desember ini ada lagi," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Herry mengaku optimistis target 568 km bisa tercapai meski ada beberapa kendala di lapangan. Tambahan panjang tol beroperasi paling signifikan datang dari Tol Solo-Ngawi-Nganjuk yang panjangnya mencapai 140 km.

"Target di kita Solo-Ngawi dan Ngawi-Nganjuk kan sudah 140 km. Ada lagi nanti Ciawi-Sukabumi, Pejagan-Pemalang, dan Depok Antasari. Trans Sumatera juga ada dua bagian segmen yang tambah," ucapnya.

Adapun tambahan panjang tol yang beroperasi tahun ini memang cukup signifikan. Pemerintah menargetkan ada 392 km jalan tol yang bakal beroperasi sepanjang tahun 2017. Sebelumnya, sejak 2014 Jokowi telah mengoperasionalkan 176 km jalan tol.

Pemerintah mendorong pendanaan swasta untuk lebih banyak masuk dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol demi mengurangi beban APBN. Pemerintah hanya ikut serta pada pembangunan sebagian ruas jalan tol demi mencukupi kelayakan bisnis ruas tertentu.


Selain itu, pemerintah juga melakukan penugasan kepada BUMN untuk membangun jalan tol yang kurang diminati oleh swasta, namun setelah pembangunan ruas itu selesai, konsesi tol tersebut didorong untuk segera dijual agar memiliki pendanaan membangun ruas tol lainnya.

Pembangunan tol diharapkan bisa mengejar ketertinggalan yang selama ini dirasa sudah tertinggal jauh, khususnya di bidang infrastruktur. Ketertinggalan di bidang infrastruktur membuat peringkat Indonesia untuk menjadi tujuan investasi masih kalah dibanding negara-negara lainnya, bahkan di wilayah regional Asia Tenggara.

"Jadi apa yang dikerjakan ini hanya supaya kebutuhannya tercukupi. Ini kita sekarang hanya mengejar ketertinggalan infrastruktur. Mempercepat. Kita hanya mau mengejar supaya sama saja," ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed