Follow detikFinance
Senin 13 Nov 2017, 13:48 WIB

Jokowi Kejar Penyelesaian 213 Km Tol, Begini Kondisinya

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jokowi Kejar Penyelesaian 213 Km Tol, Begini Kondisinya Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta - Pemerintah menargetkan 568 km tol sudah beroperasi dalam kurun waktu 3 tahun sejak akhir 2014 hingga akhir 2017 mendatang. Dari target tersebut, sepanjang 355 km panjang tol di antaranya dipastikan beroperasi per akhir November nanti.

Praktis tinggal menuju satu bulan lagi menuju target 568 km jalan tol beroperasi atau ada sekitar 213 km panjang jalan tol lagi yang harus dikejar penyelesaiannya. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengaku tetap optimistis target tersebut bisa tercapai, meski mengakui bahwa kendala pengadaan lahan masih menjadi tantangan dalam penyelesaian target.

"Kendalanya, beberapa itu tanahnya yang masih belum bisa dikerjakan. Ada yang di jalan utamanya, ada juga yang di jalan akses masuk. Tapi kita cari jalan keluarnya dengan disewa dulu (tanahnya), sebelum dia dibayar," katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/11/2017).


Kendala pengadaan lahan yang dimaksud seperti proses pembayaran dengan warga dan adanya beberapa area lahan yang diproses hingga ke konsinyasi di pengadilan. Proses ini membutuhkan waktu cukup lama sehingga pekerjaan konstruksi di lapangan pun tak bisa dipercepat.

"Lebih karena prosesnya, waktu membayarnya baru nanti, sementara kita butuh sekarang. Karena kalau ada resistensi (penolakan) kan, ya kita konsinyasi. Kita ikutin saja sesuai Undang-Undang. Tapi proses konsinyasi sendiri sering kali butuh waktu," ucapnya.

Namun untuk lahan yang masih lama prosesnya, menurut Herry, akan diantisipasi dengan mekanisme sewa sampai proses konsinyasi di pengadilan selesai.

"(Proses) seperti itu ada di Ciawi-Sukabumi, di Solo juga ada. Hampir di semua, Sumatera juga begitu. Kalau enggak, enggak bisa dikejar," tutur Herry.


Adapun proses pengembalian dana talangan sendiri menurut Herry tak menjadi kendala. Sejauh ini proses verifikasi dan pengembalian dana pengadaan lahan yang sudah ditalangi terus berjalan lancar dan dilakukan secara paralel.

"Untuk yang tahun 2016, sudah dibayarkan Rp 11,13 triliun dari tagihan Rp 12,27 triliun. Yang 2017, Rl 12 triliun sudah dibelanjakan, tapi pengembalian lagi proses verifikasi di BPKP. Ini paralel prosesnya pengembalian dari LMAN dan verifikasi, jadi bisa cepat," tukasnya.


Adapun beberapa ruas yang ditarget rampung sampai akhir tahun nanti di antaranya Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 1 (segmen IC Pelabuhan Bakauheni-Bakauheni) 8,90 km, Bakauheni-Terbanggi Besar Paket 2 (Segmen Kotabaru - Lematang ) 5,03 km dan Solo-Mantingan-Ngawi 87,19 km.

Kemudian ada Pejagan-Pemalang Seksi III-IV (Brebes Timur-Pemalang) 37,30 km, Ngawi-Kertosono Seksi I-III (Ngawi-Wilangan) 52,57 km, Batang-Semarang Seksi I (Batang-Batang Timur) 3,20 km, Palembang-Indralaya Seksi 2-3 (Pamulatan-Simpang Indralaya) 14,18 km, Cinere-Jagorawi Seksi 2 (Raya Bogor-Kukusan) 5,5 km, Ciawi-Sukabumi Seksi I (Segmen Ciawi-Caringin) 7,3 km dan Pemalang-Batang (Sewaka-IC Pemalang) 6 km.

(eds/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed