Follow detikFinance
Kamis 16 Nov 2017, 08:28 WIB

Dibangun Sejak 2013, Seksi 2 Tol Cijago Beroperasi Bulan Depan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Dibangun Sejak 2013, Seksi 2 Tol Cijago Beroperasi Bulan Depan Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Satu lagi seksi dari ruas Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) bakal beroperasi. Setelah seksi I yang menyambungkan Jagorawi dan Raya Bogor beroperasi pada 2012 silam, kini giliran seksi II yang menyambungkan Raya Bogor dan Kukusan sepanjang 5,5 km segera beroperasi pada bulan Desember mendatang.

Seksi II dibangun hampir dua tahun sejak pengoperasian seksi I pada Januari 2012 yang lalu. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) seksi II dikeluarkan mulai Desember 2013. Meski panjang jalan bebas hambatan yang dibangun hanya 5,5 km namun ternyata butuh waktu yang cukup lama untuk pembangunan tol ini.

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga awal November ini, pembebasan lahan tol Cijago masih menyisakan sekitar 3% lagi menuju target pengoperasian di bulan Desember mendatang. Hal ini membuat progres konstruksi pun berjalan lambat, masih sekitar 76,53% atau lebih lambat 6,37% dari rencana.

Dibangun 2013, Seksi 2 Tol Cijago Beroperasi Bulan Depan.Dibangun 2013, Seksi 2 Tol Cijago Beroperasi Bulan Depan. Foto: Muhammad Idris

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengakui proses pembebasan lahan yang lamban menjadi penyebabnya. Dia bilang, proses pembebasan lahan seharusnya bisa dipercepat melalui proses konsinyasi yang dilakukan langsung setelah 14 hari proses musyawarah tak kunjung menemui kesepakatan soal harga tanah. Hal ini diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah.

"Mestinya segera saja yang belum bebas itu langsung dikonsinyasi semua, biar nanti diselesaikan melalui pengadilan. Itu yang memang beberapa waktu itu enggak berjalan. Enggak didorong ke sana (konsinyasi)," katanya saat dihubungi detikFinance, Rabu (15/11/2017).


Menurut Herry, proses pembebasan lahan yang lambat seperti ini juga terjadi di pembangunan jalan tol lainnya, salah satunya adalah Depok-Antasari yang juga tak kunjung rampung penyelesaiannya lantaran terhambat oleh pembebasan lahan. Untuk itu, percepatan proses konsinyasi diharapkan bisa dilakukan ke depan agar proyek bisa berjalan sesuai dengan target.

"Mestinya kan kalau sudah 14 hari setelah itu kan harusnya sudah. Kalau 14 hari setelah itu ada keberatan soal itu kan langsung dikonsinyasi, tidak mengajukan banding lagi," ujar dia.

Sebagai informasi, Jalan Tol Cijago merupakan salah satu ruas dari 8 ruas jalan tol dari Jakarta Outering Road (JORR) II yang melingkari kota Jakarta, dimulai dari Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng sampai dengan Pelabuhan di Tanjung Priok Jakarta Utara. Pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi 3 seksi yaitu seksi I dari Jagorawi ke Raya Bogor, seksi II dari Raya Bogor ke Kukusan dan seksi 3 dari Kukusan ke Cinere dengan panjang total 14,64 km.

Dibangun 2013, Seksi 2 Tol Cijago Beroperasi Bulan Depan.Dibangun 2013, Seksi 2 Tol Cijago Beroperasi Bulan Depan. Foto: Muhammad Idris


Tol ini dioperatori oleh PT Translingkar Kita Jaya yang mendapatkan hak konsesi sepanjang 35 tahun sejak SPMK, dan mengeluarkan biaya investasi setidaknya Rp 1,11 triliun untuk konstruksi dan Rp 930 miliar untuk pembebasan lahan.

Dengan beroperasinya seksi II Tol Cijago diharapkan bisa menambah pilihan jalur bagi masyarakat dari Depok yang ingin ke Bogor atau Jakarta. Kehadiran tol ini juga diyakini turut menggairahkan geliat pengembang yang melakukan pembangunan di Depok atau yang berdekatan dengan akses masuk ke tol Cijago.

"Kalau dilihat kan antara Raya Bogor dan Margonda kan cukup tinggi lalu lintasnya. Itu akan memecah lalin yang mau ke Jakarta, yang dari Depok tadinya mau ke atas bisa lebih cepat menuju Jagorawinya. Artinya dari sisi aset dia sudah bisa dimanfaatkan dan mampu membantu menjadi alternatif bagi masyarakat," pungkas Herry.


Selanjutnya, tol Cijago ini akan berujung sampai ke Cinere, Depok dan bus kota dan jarak jauh atau menengah dari Terminal Depok akan melintasi jalan tol Jagorawi tanpa melewati Lenteng Agung dan Pasar Minggu. Pembangunan seksi III sendiri belum dilakukan sama sekali, atau hanya pembebasan lahan sebesar 8,41%. Seksi III sepanjang 5,44 km diharapkan bisa beroperasi di Juni 2019.

(eds/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed