Wika Tarik Utang Rp 894 M, Bebaskan Lahan Tol Serang-Panimbang

Wika Tarik Utang Rp 894 M, Bebaskan Lahan Tol Serang-Panimbang

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 16 Nov 2017 14:27 WIB
Wika Tarik Utang Rp 894 M, Bebaskan Lahan Tol Serang-Panimbang
Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance
Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melalui anak usahanya PT Wijaya Karya Serang-Panimbang (WSP) hari ini melakukan penandatanganan perjanjian kredit sindikasi dana talangan untuk pembangunan ruas tol Serang-Panimbang.

PT Wijaya Karya Serang-Panimbang selaku pemilik konsesi ruas tol sepanjang 83,6 km ini mendapatkan kredit sindikasi dari dua bank BUMN Bank BNI dan Bank Mandiri selaku kreditur mandated lead arranger dan bookrunner sebesar Rp 894 miliar, terdiri dari Rp 440 miliar dari Bank BNI dan Rp 457 miliar untuk Bank Mandiri.

Acara penandatanganan ini dilakukan oleh Direksi dari WSP, Bank Mandiri dan BNI serta disaksikan langsung oleh Direktur Utama Wika, Bintang Perbowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun jangka waktu kredit yang diberikan selama 2 tahun sejak penandatangan perjanjian kredit. Kredit dana talangan tanah tersebut mendapat penjaminan oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dan selanjutya kredit dana talangan tersebut akan dikembalikan oleh Pemerintah melalui Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara atau LMAN.

"WIKA Serang Panimbang melibatkan partisipasi Bank Mandiri dan BNI sebagai bank BUMN besar yang telah memiliki kemampuan dan reputasi baik dalam menunjang program-program Pemerintah untuk menyukseskan pendanaan talangan pembebasan tanah yang termasuk dalam tahap awal dari proses pembangunan jalan tol ini," kata Direktur Utama WSP, Entus Asnawi di WIKA Tower 2, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

"Sesuai dengan penetapan lokasi Gubernur Banten, Jalan tol ruas Serang-Panimbang yang akan dibangun sepanjang 83,7 km memerlukan luas lahan kurang lebih 785 hektar. Diharapkan proses pembebasan lahan akan selesai di pertengahan tahun 2018," lanjutnya.

Sebagai informasi, untuk membangun tol sepanjang 83,67 km dibutuhkan dana mencapai Rp 3,56 triliun. Ruas tol ini akan menghubungkan setidaknya empat kota/kabupaten otonom, yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang yang diharapkan juga bisa menggerakkan ekonomi baru pada kawasan strategis kota/kabupaten.

Kehadiran tol ini juga akan meningkatkan aksesibilitas menuju Banten bagian selatan dan mendukung salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas yang dikembangkan pemerintah sekaligus menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)/Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung. (eds/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads