Lebak Bulus-Bundaran HI Hanya 30 Menit Naik MRT Jakarta

Lebak Bulus-Bundaran HI Hanya 30 Menit Naik MRT Jakarta

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Senin, 20 Nov 2017 10:12 WIB
Lebak Bulus-Bundaran HI Hanya 30 Menit Naik MRT Jakarta
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar (Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance)
Jakarta - MRT Jakarta akan beroperasi pada Maret 2019 mendatang. Pengoperasian MRT Jakarta diharapkan dapat memangkas waktu tempuh masyarakat dari pinggir kota ke pusat kota Jakarta.

Saat beroperasi nanti, waktu tempuh MRT Jakarta dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Bundaran HI sepanjang 16 kilometer (km) diperkirakan sekitar 30 menit. Waktu operasi MRT Jakarta sendiri dimulai dari pukul 05.00 WIB hingga 24.00 WIB.

"Tiga puluh menit, jadi kita pasti. Ditawarkan kenyamanan dan tingkat kepastian waktu. Jadi berangkat 30 menit dari Lebak Bulus, jam 7 dari Lebak Bulus, 7.30 sampai HI," kata Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar saat berbincang dengan detikFinance di Kantor MRT Jakarta, pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keberangkatan kereta saat jam sibuk pukul 06.00-09.00 WIB juga diatur setiap 5 menit sekali, selanjutnya keberangkatan berlaku normal setiap 10 menit. Dalam pengoperasiannya, ada 16 trainset (rangkaian kereta) dengan masing-masing 6 gerbong terpasang.

"Lima menit saat jam sibuk. Jam sibuk kita lihat jam 6 sampai 9 pagi. Jam sore tidak, kalau sore kan orang sudah pulang kan. Kalau pagi semua orang akan rush ke kantor. Tapi kita akan lihat nanti perkembangannya, dievaluasi," ujar William.

"Normalnya 10 menit sekali, enggak terlalu jauh. Masyarakat tidak perlu khawatir ketinggalan kereta, oke 10 menit lagi akan ada kereta dan kereta bisa bawa sampai 1.900 orang, 1.200-1.900 orang," tambahnya.

MRT Jakarta menawarkan ketepatan waktu keberangkatan dan ketibaan di stasiun tujuan tanpa harus terjebak kemacetan.

"Jadi ketepatan waktu paling pertama orang bisa hitung tiba jam berapa. kedua, kenyamanan dan keamanan bertransportasi. Jadi nyaman kemudian aman dalam bertransportasi itu yang ditawarkan berikutnya adalah lifestyle gaya hidup semua bisa dinikmati dengan bertransportasi MRT," ujar William.

Mengenai sistem pembayaran, MRT Jakarta nantinya akan menerbitkan kartu sendiri sebagai akses masuknya penumpang ke dalam kereta. Selain itu, pengguna kartu JakartaOne juga bisa mengakses MRT Jakarta.

"Maret (2019) operasi. Kan pemerintah introduce kartu JakartaOne, kita juga punya kartu yang nanti siap diintegrasikan," tutur William.

Harga keekonomian MRT Jakarta berada di kisaran Rp 17.000-20.000 per orang dengan estimasi total penumpang per hari 173.000 orang. Akan tetapi angka tersebut belum bisa dikatakan tarif MRT Jakarta, pasalnya masih ada kemungkinan Pemprov DKI Jakarta melakukan subsidi tiket.

"Kalau pemerintah mutusin enggak subsidi ya harganya Rp 17.000, kalau subsidi Rp 10.000 berarti Rp 7.000, kira-kira gitu. Ini harga keekonomian namanya," tutur William. (ara/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads