Trans Papua Tekan Harga Semen dari Rp 2 Juta Jadi Rp 500 Ribu/Sak

Trans Papua Tekan Harga Semen dari Rp 2 Juta Jadi Rp 500 Ribu/Sak

Erwin Dariyanto - detikFinance
Selasa, 21 Nov 2017 15:13 WIB
Trans Papua Tekan Harga Semen dari Rp 2 Juta Jadi Rp 500 Ribu/Sak
Foto: Istimewa/BP Jalan Nasional XVII Manokwari-Papua Barat
Jayapura - Jalan Trans Papua yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Mei 2017 lalu mulai terasa manfaatnya. Salah satunya adalah harga semen di Bumi Cenderawasih yang awalnya Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta per sak bisa ditekan menjadi hanya Rp 500 ribu per sak ukuran 40 kilo gram.

Harga semen bisa ditekan lantaran jalur distribusi yang bisa diperpendek. Semen diangkut dari Pelabuhan di Makassar ke Pelabuhan Pomako di Timika menggunakan jalur laut. Dari Timika semen kemudian didistribusikan ke sejumlah daerah melewati jalan Trans Papua yang panjangnya lebih dari 3.259 kilometer.

Saat ini setidaknya ada 6 kabupaten di Papua yang menikmati semen dengan harga Rp 500 ribu per sak. Keenam kabupaten itu adalah: di Puncak Jaya, Tolikara, Lanny Jaya, Nduga, Yalimo dan Membramo Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan, pihaknya mensinergikan sejumlah BUMN untuk mendistribusikan semen ke Papua. Di antara perusahaan yang bersinergi tersebut yakni, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Pelindo IV, PT Pelni dan PT Pos Indonesia.

Pada 1 Agustus 2017 lalu, dilakukan pengiriman semen ke Papua dari Pelabuhan Makassar ke Pelabuhan Pomako Timika. Kemarin Rini mengecek langsung sejumlah toko bahan bangunan di Wamena dan Puncak Jaya di Papua. Ketersediaan semen di dua kabupaten tersebut saat ini cukup.

Di Puncak Jaya, stok semen memang tak banyak. Ini lantaran pengiriman ke wilayah tersebut terhambat. Selain itu pedagang memang tak berani menyetok dalam jumlah banyak. Kondisi cuaca di Puncak Jaya menyebabkan semen tak bisa disimpan dalam waktu lama.

Rini berpesan ke pemilik toko bahan bangunan agar menjaga ketersediaan semen dan tidak memainkan harga. Terkait program penyetaraan harga ini, Rini mengatakan, BUMN tentunya tidak memperhitungkan untung dan rugi.

"BUMN memang harus untung. Tetapi kalau kita hitung-hitung sudah untung kita harus bisa memberi manfaat ke masyarakat," kata Rini di Wamena, Senin (20/11/2017)

Sejumlah BUMN seperti PT Semen Tonasa, PT Pertamina, PT PPI dan PT Pos disinergikan untuk menjaga betul penyetaraan harga di Papua, termasuk menjamin ketersediaan pasokan. Direktur Utama PT Semen Tonasa, Muh Subhan mengatakan pihaknya terus berkomitmen untuk menjaga program satu harga di Papua.

"Kami terus berusaha dan berkomitmen. Memang isunya adalah soal logistik, tapi dengan sinergi kita berhasil menekan harga semen (di Papua) dari Rp 2 juta menjadi Rp 500 ribu per sak," kata Subhan di tempat yang sama.

Data dari Semen Indonesia menyebut total permintaan semen di Papua dan Papua Barat adalah 68.367 ton per bulan. Dalam satu tahun total kebutuhan semen di Papua dan Papua Barat mencapai 820.408 ton.

Adapun total realisasi penjualan semen dengan ukuran 40 kg tercatat sebesar 585 ton yang tersebar di Jayawijaya 450 ton, Lanny Jaya 4 ton, Puncak Jaya 119,8 ton, Yalimo 0,8 ton dan Tolikara 10 ton.

Kebutuhan volume di Puncak Jaya sendiri tercatat 3.600 ton per tahun yang terbagi sebesar 1.450 ton (29.000 zak) untuk kebutuhan proyek dan sebesar 2.150 ton (43.000 zak) untuk kebutuhan retail.

Berikut ini Harga Eceran Tertinggi (HET) per sak semen di 5 kabupaten di Papua

Jayawijaya Rp 390 ribu
Lanny Jaya Rp 442 ribu
Puncak Jaya Rp 500 ribu
Yalimo Rp 465 ribu
Tolikara Rp 453 ribu. (erd/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads