Follow detikFinance
Kamis 23 Nov 2017, 19:20 WIB

Ini yang Bikin Dampak Pembanguan Belum Dirasakan Masyarakat

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Ini yang Bikin Dampak Pembanguan Belum Dirasakan Masyarakat Foto: Abraham Arthemius
Jakarta - Proyek-proyek infrastruktur pemerintah dianggap belum memberikan dampak langsung ke masyarakat. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, proyek infrastruktur Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum diikuti oleh kemampuan produksi dalam negeri.

Dia bilang, sejumlah penugasan yang diberikan ke BUMN dalam membangun infrastruktur tak diikuti oleh perhatian dari produksi hulu hingga hilir. Penugasan itu dianggap membuat BUMN hanya berpikir bagaimana mengerjakan proyek itu dengan efisien dan tidak memikirkan efek jangka panjang.

"Artinya mereka enggak berpikir jangka menengah panjang, bagaimana proyek itu bisa berkesinambungan. Terkait business planning korporasi yang bersangkutan. Artinya mereka akan cari cara-cara yang instan," tutur Enny dalam Diskusi Ngopi Bareng Dari Seberang Istana di Restoran Ajag Ijig Jalan Juanda, Jakarta, Kamis (23/11/2017).


Akibat hanya fokus pada kecepatan pembangunan, sejumlah aspek akhir dikorbankan. Para kontraktor pelaksana pembangunan lebih banyak menyerap material impor yang harganya lebih murah. Akibatnya, produksi material dalam negeri tak terserap maksimal. Contohnya seperti semen yang over supply.

Sederhananya, dana yang besar di infrastruktur lebih banyak dibelanjakan ke luar negeri sehingga dampak pembangunan yang berlangsung tak banyak dirasakan oleh industri dalam negeri dan kontribusi pada perekonomian tanah air juga tak terlalu terasa.

"Kalau kita lihat di 2017 semester I, kita banyak mengerjakan proyek infrastruktur, tapi kita terjadi over suplai semen. Dan tidak ada satu baja pun dari dalam negeri. Karena apa? Karena mereka (BUMN) cari jalan instan. Yang murah impor. Ini yang akhirnya percepatan proyek infrastruktur tidak punya multiplier effect dalam jangka pendek. Karena semua capital insentive, apalagi disupport dari barang-barang impor," jelasnya.

Untuk itu, menurutnya proses hulu hingga hilir dalam percepatan pembangunan infrastruktur juga harus dipikirkan. Agar kebijakan percepatan pembangunan infrastruktur yang sebenarnya bagus, tidak justru menimbulkan banyak masalah.

"Kalau tujuannya meningkatkan produktivitas dan daya saing, mestinya infrastruktur yang diprioritaskan itu infrastruktur yang mampu meningkatkan produktivitas dan menyebabkan penurunan high cost economy sehingga menyebabkan daya saing meningkat," tukas Enny. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed