Follow detikFinance
Jumat 08 Dec 2017, 17:58 WIB

Jasa Marga Menangkan Tender 2 Ruas Tol Rp 46 Triliun

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Jasa Marga Menangkan Tender 2 Ruas Tol Rp 46 Triliun Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menyelesaikan lelang dua ruas jalan tol yang ditargetkan mulai ditandatangani perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) nya tahun ini. Kedua ruas itu adalah tol Probolinggo-Banyuwangi senilai Rp 23 triliun dengan panjang ruas 170,36 km dan tol Jakarta-Cikampek Selatan senilai Rp 23 triliun dengan panjang ruas 60-80 km.

Kepala Bidang Investasi BPJT, Sudiro Roi Santoso mengatakan, kedua ruas itu dimenangkan oleh konsorsium Jasa Marga. Ruas Tol Probolinggo-Banyuwangi dimenangkan oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan anak usaha PT Waskita Karya Tbk, PT Waskita Toll Road. Sedangkan ruas Jakarta-Cikampek Selatan dimenangkan oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Wira Nusantara Bumi yang merupakan pemrakarsa tol ini.

Dia bilang, pengumuman pemenang kedua ruas tol itu dilakukan hari ini dan dalam waktu 5 hari ke depan akan dilakukan masa sanggah, dan setelah itu akan dilakukan penandatanganan PPJT yang disaksikan oleh Menteri PUPR.

"Minggu depan mungkin bisa penetapan," katanya saat dijumpai di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, jika dua ruas tol itu telah dilakukan penandatanganan PPJT, maka selanjutnya akan dilakukan penetapan lokasi untuk rute yang akan dibangun. Setelah penetapan lokasi, maka proses pembebasan lahan bisa dimulai sambil badan usaha melakukan lelang kontraktor.

"Jadi tahun depan itu sudah bisa dimulai konstruksi," ucapnya.

Kedua ruas tol itu kata Herry murni merupakan investasi swasta dan tak ada dukungan pembangunan dari pemerintah. Namun kedua ruas itu akan mendapatkan penjaminan dari pemerintah melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII)

"Untuk lelang tol yang baru, tarif pun sudah dijamin oleh PII. Jadi kalau kondisi ekonomi nanti berat sekali, dipandang tak bisa disesuaikan tarifnya, bisa saja tarif tidak bisa naik," pungkasnya. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed