Kajian Rute Tol Bawen-Yogya Rampung, Pekan Depan Dilapor ke Sultan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Kamis, 14 Des 2017 12:36 WIB
Foto: Danu Damarjati-detikcom
Jakarta - Kajian studi kelayakan trase tol Bawen-Yogyakarta yang dilakukan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) telah rampung.

Demikian diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo saat ditemui dalam acara Seminar Nasional di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Wahyu bilang, kajian yang sudah selesai tersebut akan segera dibawa ke Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Senin (18/12) mendatang untuk mendapatkan restu mengenai penetapan lokasi proyek tol yang sempat ditolak oleh Sultan ini.

"Yogya-Bawen trase (rute) nya sudah dikaji dan kita minta persetujuan beliau dulu. Hari Senin saya baru akan ketemu dengan Gubernurnya. Senin dengan Sultan, Selasa dengan Gubernur Jaten untuk mendapatkan persetujuan supaya Beliau juga mulai proses untuk pengadaan tanahnya," kata Wahyu.

Meski enggan membeberkan hasil kajian studi kelayakan dan trase yang telah dirampungkan, dia bilang hasil kajian itu telah mengakomodir sejumlah hal yang diminta oleh kedua kepala daerah terkait, termasuk untuk pembangunan tol yang menggunakan jalur dekat saluran Mataram ketika masuk ke Yogyakarta.

"Paling tidak arahan-arahan Beliau (Sultan) sudah kita tampung dan kita akan presentasikan hari Senin nanti. Beliau kan mintanya tolong jangan sampai terlalu banyak tanah masyarakat yang dibebaskan. Misalnya dibangunnya jadi elevated (melayang) dan ada saluran irigasi dekat-dekat situ supaya tidak ada pembebasan lahan lagi. Jadi intinya beliau minta meminimalisir pembebasan tanah yang miliknya masyarakat," pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya diketahui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengusulkan agar rencana Tol Bawen-Yogyakarta diubah menjadi jalan layang saja. Sultan menjelaskan, rencana pembangunan tol melintasi DIY akan melewati banyak situs-situs cagar budaya dan banyak pemukiman warga di sekitar rencana trase tol itu sehingga jika ingin dibangun pun, tol tersebut baiknya dibangun dengan struktur layang saja.


(eds/zlf)