Berdasarkan informasi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang diterima detikFinance, jalan tol yang menghubungkan Surabaya dan Mojokerto ini terdiri atas 4 seksi. Seksi IA menyambungkan Waru dan Sepanjang sepanjang 2,3 km. Seksi ini telah beroperasi sejak September 2011.
"Ramp masuk di Simpang Susun Waru. Setelah peresmian ditambah Ramp Medaeng. Ramp keluarnya nanti bisa di simpang susun Waru," kata Corsec Jasa Marga Agus Setiawan saat dihubungi, Senin (18/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Driyorejo, pengendara bisa masuk ke seksi III yang menyambungkan ke wilayah Krian sepanjang 6,1 km. Di seksi ini, terdapat simpang susun Driyorejo di awal seksi dan simpang susun Krian di akhir seksi sebelum akhirnya masuk ke seksi IV yang menyambungkan Krian dan Mojokerto sepanjang 18,49 km.
Agus mengatakan, tol yang telah beroperasi secara penuh sepanjang 36,27 km ini bisa dilalui dengan tarif terjauh untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 36 ribu. Hal ini dihitung berdasarkan tarif per kilometernya sebesar Rp 1.050 km, dikalikan 34,05 km sebagai panjang jalan utama tol.
Baca juga: Indahnya Tol Sumo Dilihat Dari Udara |
"Kalau tarif jarak terjauh, sesuai usulan besarnya Rp 36.000," ungkap Agus.
Dengan lebar lajur 3,6 meter, jalan tol ini bisa dilalui dengan kecepatan 80 km per jam untuk dalam kota dan 120 km per jam untuk antar kota. Tol ini juga terhubung dengan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar yang sedang dibangun, serta Tol Kertosono-Mojokerto di arah Timur dan Waru-Juanda ke Bandara di arah Barat.
Adapaun nilai investasi jalan tol yang melewati 4 wilayah kota/kabupaten ini mencapai Rp 4,9 triliun dengan kepemilikan mayoritas saham sebesar 55% oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, 25% oleh PT Moeladi, dan 20% oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.











































