Perjalanan 23 Tahun Tol Sumo yang Diresmikan Jokowi Hari Ini

Perjalanan 23 Tahun Tol Sumo yang Diresmikan Jokowi Hari Ini

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 19 Des 2017 08:32 WIB
Perjalanan 23 Tahun Tol Sumo yang Diresmikan Jokowi Hari Ini
Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan langsung pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IB Sepanjang-WRR (4,3 KM), seksi ll WRR-Driyorejo (5,1 Km), dan seksi III Driyorejo-Krian (6,1 Km) pada hari ini. Tol yang dikelola oleh PT Jasa.arga Surabaya Mojokerto ini akhirnya akan beroperasi penuh setelah seksi IA sepanjang 2,3 km telah lebih dulu beroperasi pada enam tahun yang silam.

Namun jauh sebelum tol tersebut akhirnya beroperasi pertama kalinya pada Agustus 2011 lalu, tol ini ternyata sudah diinisiasi pembangunannya sejak 23 tahun yang lalu, atau lebih tepatnya di tanggal 19 Agustus 1994. Saat itu perjanjian kuasa penyelenggaraan Jalan Tol Surabaya-Mojokerto telah dilakukan oleh PT Marga Nujyasmo Agung (PT MNA). Namun pada September 1997, proyek Jalan Tol Sumo akhirnya dihentikan akibat krisis moneter (Keppres No.39/1997).

Kemudian pada April 2002, PT MNA akhirnya dapat melanjutkan kembali konstruksi Jalan Tol Surabaya-Mojokerto lewat Keppres No. 15 Tahun 2002 tentang Pencabutan Keppres No. 39 Tahun 1997. Dan 4 tahun setelahnya, baru dilakukan penandatangan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) sebelum akhirnya seksi IA dibangun pada April 2007.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak fakta lengkap Tol Sumo yang akan diresmikan pengoperasiannya hari ini oleh Presiden Jokowi:

Mulai Dibangun Sejak 2007

Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Tol Surabaya-Mojokerto sepanjang 36,27 km akhirnya bisa beroperasi penuh menyusul peresmian pengoperasian seksi IB, II dan III yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi hari ini. Pengoperasian ketiga seksi ini menyusul dua seksi Jalan Tol Surabaya-Mojokerto yang telah dioperasikan terlebih dahulu, yaitu Seksi IA sepanjang 2,3 Km (Waru-Sepanjang, diresmikan Agustus 2011), serta Seksi IV sepanjang 18,47 Km (Krian-Mojokerto, diresmikan Maret 2016).

Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Tol Sumo ini telah dimulai pembangunannya pada awal 2007. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk seksi IA dikeluarkan sejak 18 April 2007.

Kemudian, seksi IV dari Krian ke Mojokerto sepanjang 18,47 km mulai dibangun pada Juni 2012 dan diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden Jokowi pada Maret 2016 lalu. Sementara seksi IB mulai dikerjakan pada Mei 2014 dan seksi II dan III dikerjakan sejak November 2015.

Kini tiga seksi terakhir itu akan bisa dijajal setelah diresmikan pengoperasiannya besok. Pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IB, Seksi II, dan Seksi III ini menyusul surat keputusan laik jalan yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Nomor AJ.409/1/9/DRJD/2017 tanggal 1 November 2017, dan Berita Acara Evaluasi Laik Fungsi Nomor BA.202.2/BPJT/JL.03.04/2017 tanggal 27 Oktober 2017.

Rute Tol Surabaya-Mojokerto

Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Jalan tol yang menghubungkan Surabaya dan Mojokerto ini terdiri atas 4 seksi. Seksi pertama dimulai pada seksi IA yang menyambungkan Waru dan Sepanjang sepanjang 2,3 km. Seksi ini telah beroperasi sejak September 2011.

Dari Sepanjang, pengendara kini bisa terus melaju ke seksi selanjutnya dari Sepanjang menuju Western Ring Road (WRR) sepanjang 4,3 km. Dari sana, pengendara yang ingin ke Driyorejo dapat terus melaju sepanjang 5,1 km. Di sini terdapat simpang susun WRR yang merupakan 1 dari 4 simpang susun yang ada di tol ini.

Setelah Driyorejo, pengendara bisa masuk ke seksi III yang menyambungkan ke wilayah Krian sepanjang 6,1 km. Di seksi ini, terdapat simpang susun Driyorejo di awal seksi dan simpang susun Krian di akhir seksi sebelum akhirnya masuk ke seksi IV yang menyambungkan Krian dan Mojokerto sepanjang 18,49 km.

Dengan lebar lajur 3,6 meter, jalan tol ini bisa dilalui dengan kecepatan 80 km per jam untuk dalam kota dan 120 km per jam untuk antar kota. Tol ini juga terhubung dengan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar yang sedang dibangun, serta Tol Kertosono-Mojokerto di arah Timur dan Waru-Juanda ke Bandara di arah Barat.

Gratis Seminggu

Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Setelah diresmikan oleh Presiden Jokowi, tol Sumo rencananya akan dioperasikan secara gratis selama satu minggu.

"Iya (gratis) kan uji coba biasanya kita lakukan satu minggu," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna.

Sementara untuk tarifnya sendiri, dengan tarif kendaraan golongan I dipatok Rp 1.050 per km, untuk jarak terjauh ditaksir akan mencapai Rp 36 ribu (34 km jalan tol utama). Tarif tersebut sesuai dengan dokumen perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) yang ditandatangani amandemennya sejak Juni 2011.

Jalan tol yang dikelola oleh PT Jasamarga Surabaya Mojokerto ini menelan biaya investasi mencapai Rp 4,9 triliun dengan kepemilikan mayoritas saham sebesar 55% oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, 25% oleh PT Moeladi, dan 20% oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Beroperasinya seluruh seksi Jalan Tol Surabaya-Mojokerto menjadi pelengkap proyek Jalan Tol Trans Jawa yang akan membentang dari Merak hingga Banyuwangi. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto diharapkan dapat memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan perekonomian Indonesia khususnya di Pulau Jawa.

Dijajal Pakai Mobil Listrik

Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Dalam peresmian nanti, Jokowi rencananya bakal menjajal tol Sumo dengan menggunakan mobil listrik bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

"Kemungkinan (naik mobil listrik)," kata Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna.

Jokowi rencananya akan menjajal naik mobil listrik Ezzy II yang diproduksi oleh mahasiswa Insitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Mobil listrik Ezzy II merupakan generasi kedua pengembangan dari mobil listrik Ezzy I yang sebelumnya telah dirintis pada tahun 2013. Mobil ini memiliki spesifikasi yang jauh lebih baik dari generasi sebelumnya.
Halaman 2 dari 5
(eds/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads