"Yang diresmikan sudah (selesai). Tol Surabaya-Mojokerto yang terakhir, ini kan sudah tanggal 20 (Desember)," katanya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (21/12/2017).
Sejumlah ruas tol yang harus mundur pengoperasiannya tersebut total panjangnya mencapai 220 km. Di antaranya ruas Tol Solo-Ngawi-Kertosono sepanjang 145 km, Depok-Antasari seksi I (Antasari-Brigif 6,8 km), Pejagan-Pemalang seksi III dan IV (Brebes Timur-Pemalang 37,3 km), Ciawi-Sukabumi seksi I (Ciawi-Cigombong segmen Ciawi-Caringin 7,3 km), Cinere-Jagorawi seksi II (Raya Bogor-Kukusan 5,5 km) dan Bakauheni-Terbanggi Besar 13,9 km (Paket 1 Segmen Pelabuhan Bakauheni-SS Bakauheni dan Paket 2 Segmen SS Lematang-SS Kotabaru).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tol Solo-Ngawi-Kertosono misalnya. Sebanyak 22 fly over yang ada pada jalan bebas hambatan yang dibangun oleh Waskita Karya ini masih belum rampung pengerjaannya.
Dengan demikian, maka sisa sejumlah ruas lainnya yang ditargetkan beroperasi tahun ini akan dialihkan ke bulan Januari tahun depan. Hal ini pun membuat panjang jalan tol yang beroperasi tahun ini hanya mencapai 158 km dari target 379,2 km. Atau 335 km dari target 568 km jalan tol dalam kurun waktu 2015-2017.
"Jadi yang namanya bangun tol itu, kalaupun dia enggak beroperasi, 140 km itu sudah siap sebenarnya. Yang di Solo. Tapi belum bisa dipakai karena ada 22 overpass yang belum jatuh ke tanah," pungkasny (eds/zlf)











































