Follow detikFinance
Rabu, 27 Des 2017 17:58 WIB

Ini Penyebab Proyek Tol Ngawi Kertosono Molor

Sugeng Harianto - detikFinance
Foto: Sugeng Harianto Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Pembangunan proyek Tol Ngawi-Kertosono dipastikan molor, sekarang sudah 98% dari target. Proyek yang seharusnya selesai bulan Agustus 2017 dan diresmikan Desember 2017 kini belum selesai dan telah 5 kali perpanjangan kontrak.

"Belum selesai masih 98% kita kebut. Permasalahannya kenapa, karena masih ada pembebasan sebagian lahan yang belum selesai. Kalau sudah selesai pembebasan gampang selesai," jelas Direktur Utama PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) Iwan Moedyarno kepada detikFinance di kantornya Jalan Borobudur Kota Madiun, Rabu (27/12/2017).

Dari sisa 98% tersebut termasuk pembebasan lahan untuk keperluan overpass yang masih dalam proses oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pihak NKJ meminta agar permasalahan tanah diselesaikan.

"Kalau sudah bebas lahan kita enggak repot. Setahun jadi. Makanya PPK di sini yang berwenang menyelesaikan. Termasuk soal harga saya enggak tahu," tutur Iwan.
Ini Penyebab Proyek Tol Ngawi Kertosono MolorFoto: Sugeng Harianto

Iwan menambahkan untuk wilayahnya masih ada 3 jalan lokasi overpass yang harus diselesaikan. Yakni seksi 1 di Kecamatan Sawahan, seksi 2 di Desa Kedungjati Balerejo dan seksi 3 overpass Desa Wonoayu Kecamatan Pilangkenceng.

Selain pembebasan lahan, pengerjaan yang di kebut oleh NKJ yakni pemasangan rambu jalan, aksesoris serta gerbang pintu keluar masuk tol di Dumpil Kecamatan Balerejo. NKJ memastikan pengerjaan jalan tol Ngawi Kertosono sepanjang 87 km selesai akhir bulan Januari 2018.

Ini Penyebab Proyek Tol Ngawi Kertosono MolorFoto: Sugeng Harianto
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed