Kepala Bidang Teknik Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hardy Siahaan mengatakan seluruh jalan tol yang molor jadwal pengoperasiannya tahun lalu akan diresmikan pengoperasiannya secara parsial. Artinya jadwal pengoperasian akan dibagi dalam beberapa bulan yang sudah ditentukan.
"Tol Bakauheni-Terbanggi Besar itu parsial, Ngawi-Kertosono juga parsial)" katanya kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Rabu (3/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keterlambatan utamanya disebabkan masih ada lahan belum bebas," tambahnya.
Adapun realisasi pengoperasian jalan tol tahun 2017 mencapai 158 km dari target 379,2 km. Atau 335 km dari target 568 km jalan tol dalam kurun waktu 2015-2017. Sementara tahun 2018 panjang jalan tol yang beroperasi ditarget telah mencapai angka 1.182,7 km dan di 2019 sepanjang 1.851,4 km.
Berikut jadwal pengoperasian sejumlah ruas tol yang telah dipetakan BPJT:
Januari 2018
1. Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Pelabuhan-IC Bakauheni 9 km dan IC Lematang-IC Kota Baru 5 km)
2. Ngawi-Kertosono (Ngawi-Wilangan 49 km)
Februari
3. Solo-Ngawi (Solo-Ngawi 90 km)
Maret-April
4. Pejagan-Pemalang seksi III dan IV (Brebes Timur-Pemalang 37,3 km)
5. Depok-Antasari seksi I (Antasari-Brigif 6,8 km)
6. Cinere-Jagorawi seksi II (Raya Bogor-Kukusan 5,5 km)
7. Ciawi-Sukabumi seksi I (Ciawi-Cigombong segmen Ciawi-Caringin 7,3 km) (eds/zlf)











































