Follow detikFinance
Rabu, 03 Jan 2018 17:25 WIB

Kontraktor yang Bikin Girder Tol Desari Ambruk Terancam Di-Black List

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Girder di proyek Tol Depok-Antasari (Desari) Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, roboh beberapa waktu lalu. Girder itu roboh karena tersenggol oleh ekskavator yang sedang menggali tanah.

Menanggapi hal itu, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan masalah itu telah dibahas bersama dengan Bina Marga, komisi keamanan jembatan hingga sejumlah ahli. Menurutnya, robohnya girder tersebut karena kesalahan manajemen dan pelaksanaan teknis di lapangan.

"Jadi girder yang diangkat itu bisa macam-macam. Jadi ada yang dikalungi, ada yang diangkat dari atas, jadi saya kira sedikit masalah teknis. Sekarang diperbaiki SOP-nya. Jadi itu masalah teknis dan manajerial. Jadi ada perbaikan sedikit, karena banyak sekali (girder) yang akan dipasang di Trans Jawa ini. Karena 120 girder yang akan dipasang," kata Basuki ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Basuki menjelaskan, SOP yang akan diperbaiki mulai dari pemasang teknis hingga masalah pengawasan kepada pihak pelaksana pembangunan jalan tol. Basuki mengatakan, perbaikan SOP ini akan diberlakukan ke seluruh jalan tol, selain itu pemerintah juga akan memberikan sanksi kepada konsultan yang lalai dalam mengawasi pengerjaan proyek.

"Manajerialnya juga, pengawasannya. Jadi konsultannya juga kemarin diundang untuk diperketat pengawasannya. Kita kasih sanksi juga untuk pengawasan, konsultannya," kata Basuki.

Saat ini, kata Basuki, pihak Bina Marga masih membahas sanksi yang akan diberikan kepada konsultan yang lalai dalam melakukan pengawasan. Namun, kata dia, sanksi yang paling berat ialah mencoret nama konsultan dari daftar proyek jalan tol pemerintah.

Namun saat ini Basuki mengaku pihaknya masih melakukan evaluasi dalam sanksi yang akan diberikan tersebut.

"Mungkin paling beratnya ya blacklist kan. Kan belum tentu, makanya Pak Dirjen (Bina Marga) sedang mendetailkan, saat-saat terjadi itu pengawasannya bagaimana, sedang terjadi. Apakah sesuai dengan SOP pengawasan atau enggak," kata Basuki.

"Nanti tergantung kejadiannya, kan itu Sabtu Minggu terjadi. Kita list itu, ini apa orang yang teledor itu kan terjadi tanggal 1 (Januari) itu kan libur, atau habis liburan tanggal 2 (Januari), atau itu terjadinya pada Sabtu atau Minggu ini yang lagi kita evaluasi lagi," lanjutnya.

Kendati begitu, Basuki mengatakan bahwa robohnya enam buah girder di proyek tol Desari itu tak mempengaruhi target operasi proyek.

"Itu masih tetap April atau Juni akan bisa (operasional). Jadi enggak mempengaruhi schedule," kata Basuki.

Selain adanya permasalahan konstruksi pada Tol Desari, sebelumnya juga terjadi kecelakaan konstruksi dalam proyek Tol Pemalang-Batang. Sebuah beton girder dari tol yang juga masuk dalam PSN ini ambruk ketika sedang dipasang.

Kemudian ada pula kejadian ambruknya crane proyek pembangunan tol layang Bogor Out Ring Road (BORR) di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor jatuh ke jalan raya. Kejadian lainnya adalah ambruknya girder flyover proyek tol Pasuruan-Probolinggo. Kecelakaan ini bahkan menelan satu orang korban tewas.

Basuki mengatakan, perbaikan SOP itu akan dilakukan ke seluruh proyek pengerjaan jalan tol yang ada, artinya tidak hanya berlaku pada proyek Tol Desari saja. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed