Follow detikFinance
Selasa 09 Jan 2018, 18:45 WIB

Tarif LRT Ratu Prabu Rp 20 Ribu, 6 Tahun Balik Modal

Danang Sugianto - detikFinance
Tarif LRT Ratu Prabu Rp 20 Ribu, 6 Tahun Balik Modal Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - PT Ratu Prabu berencana membangun Light Rail Transit (LRT) tambahan di Jabodetabek sepanjang 400 km. Dana yang dibutuhkan cukup fantastis sebesar Rp 405 triliun.

Meski dananya sangat besar, namun Presiden Direktur PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), B. Bur Maras meyakini proyek tersebut akan cepat balik modal.

Bur Maras menjelaskan, pembangunan proyek tersebut akan dibagi menjadi 3 fase. Fase pertama diperkirakan membutuhkan dana US$ 8 miliar atau setara Rp 108 triliun (kurs Rp 13.500).


Nantinya tarif yang digunakan akan mengikuti tarif LRT di Amerika Serikat sekitar Rp 20 ribu per penumpang. Tarif tersebut berdasarkan hasil kajian yang dilakukannya dengan menggunakan jasa konsultan asal AS Bechtel Corporation.

"Saya pelajari, kalau di San Fransisco ada LRT itu orang bayar US$ 1,5, kalau pulang pergi US$ 3. Kalau ada 5 juta orang naik itu, bisa US$ 15 juta per hari. Coba kalikan US$ 15 juta kali 365 hari sama dengan US$ 5,4 miliar setahun," tuturnya di Gedung Ratu Prabu 1, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Bur Maras mengasumsikan, jika saja LRT tersebut menghasilkan keuntungan bersih 30% dari US$ 5,4 miliar setahun itu maka dia yakin modal US$8 miliar bisa kembali dalam 6 tahun.

Namun, dia mengaku itu hanya perkiraan pribadinya saja. Sementara menurut hasil kajian studi yang dilakukan Bechtel Corporation modal tersebut akan kembali dalam waktu 15 tahun.


"Karena saya perhitungannya penumpang 5 juta per hari. Tapi menurut Bechtel itu awalnya paling 2-3 juta dulu, jadi dia menghitung 15 tahun," terangnya.

Sementara untuk total dana investasi Rp 405 triliun, Bur Maras mengaku belum memperhitungkan perkiraan balik modalnya.

Bur Maras menjelaskan, nantinya pihaknya akan membentuk perusahaan konsorsium untuk menggarap proyek tersebut. Nantinya Bechtel Corporation akan memimpin konsorsium tersebut.

"Nanti kita ajak juga BUMN lainnya. Bechtel nanti dia juga yang operator tapi hanya 5 tahun sambi kita belajar," terangnya. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed